51. Getting Closer

1.3K 168 25
                                        

Manajer Jeon menjemputku dan mengatakan kami akan menuju dorm Seventeen

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Manajer Jeon menjemputku dan mengatakan kami akan menuju dorm Seventeen.

Aku terkejut, tentu saja. Seumur-umur aku tidak pernah membayangkan bisa menginjakkan kaki di tempat bernama dorm itu—rasanya sungguh mustahil. Namun itu bukanlah hal yang penting untuk saat ini. Faktanya, keterkejutanku yang akan mengunjungi dorm Seventeen tertutupi oleh rasa khawatirku pada Mingyu.

Di perjalanan, Manajer Jeon menceritakan padaku apa yang terjadi. Ia bilang Jeonghan yang melihat semuanya dan menyelamatkan Mingyu dari kejadian tak diinginkan itu. Jeonghan menemukan Mingyu dipukuli oleh orang tak dikenal ketika mereka sedang break syuting. Sedikit lega ketika Manajer Jeon mengatakan wajah Mingyu baik-baik saja—selain sedikit luka dan lebam di sudut bibirnya. Namun kondisi bagian perutnya tidak baik-baik saja, ditemukan banyak memar di sana karena orang itu menjadikan perut Mingyu sebagai sasaran tinjunya. Cukup dengan membayangkannya saja aku sudah merasa ngeri.

Tak terasa, mobil yang membawaku ini memasuki sebuah halaman luas sebuah apartemen bergedung tinggi—mungkin berlantai belasan atau lebih, lalu memasuki area basement. Aku dan Manajer Jeon menyusuri koridor lalu menaiki lift dan berhenti di depan salah satu unit. Manajer Jeon menekan beberapa digit angka pada tombol password yang tertempel di pintu. Ia mempersilakanku langsung masuk, sementara dirinya pamit pergi karena harus kembali ke lokasi syuting di daerah Buamdong untuk mendampingi member Seventeen yang masih berada di sana.

Aku melepas sepatu dan melangkah masuk dengan canggung. Memasuki bagian dalam ruangan ini, sejenak aku tersadar dan merasa familiar—ruangan ini pernah diperlihatkan di acara SVT Club. Demi apapun, rasanya masih tidak nyata bahwa saat ini aku sungguhan menginjakkan kaki di dorm Seventeen.

Langkahku sontak terhenti ketika aku menemukan seseorang tengah duduk di sofa.

Jeonghan.

Ia mengangkat kepala dari ponsel di tangannya dan segera beranjak ketika menyadari kehadiranku.

Oppa, di mana Mingyu?” tanyaku langsung setelah berjalan menghampirinya. Normalnya aku akan tersenyum lebar menyapanya lalu berteriak histeris dalam hati karena bisa bertatap muka dengan bias kesayanganku—lagi, namun kali ini tidak. Yang ada dipikiranku hanya satu. Aku harus segera bertemu Mingyu dan melihat kondisinya.

Telunjuk Jeonghan terarah ke salah satu kamar dengan pintu tertutup tak jauh di sebelah kirinya, “Masuk—“

Aku segera berjalan ke arah yang ia tunjuk, membuka pintu berwarna hitam itu dan masuk ke dalam. Mataku melebar, kaget ketika melihat sosok Mingyu di atas ranjang yang sepertinya tengah mencoba untuk bangun. Ia mengerang kesakitan sambil memegangi perut, sementara tangan satunya lagi menumpu tubuhnya.

Keumanhae, jangan memaksakan diri. Kau harusnya berbaring saja,” ucapku setibanya di samping ranjang. (Berhenti)

Mingyu mendongak masih dengan wajahnya yang mengernyit kesakitan. Ekspresinya seketika berubah ketika bertemu tatap denganku. Ia terkejut. Aku mengambil kesimpulan Manajer Jeon pasti tidak memberitahu Mingyu tentang kedatanganku.

WHY YOU? || KIM MINGYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang