34. Conclusion

1.5K 196 14
                                        

Siyeon's POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Siyeon's POV

Angin berhembus melalui jendela di sisi kanan dan kiri yang sedikit diturunkan. Benar-benar sejuk, ciri khas angin pagi yang belum terkotori oleh polusi udara. Sekedar informasi, tadi Mina menjemputku pukul 06.00 AM dan sekarang kami sudah hampir setengah perjalanan menuju ICN Airport.

"Mingyu belum membalas pesanmu?" tanya Mina yang langsung kujawab dengan gelengan.

Beberapa saat lalu aku mengirimkan pesan pada Mingyu, menanyakan apakah ia dan member Seventeen sudah berangkat menuju bandara—sekaligus memberitahu bahwa aku juga akan pergi ke sana. Balasan datang, tapi Mingyu mengabaikan pertanyaanku itu dan justru menanyakan aku pergi bersama siapa. Aku ragu, memikirkan mungkin saja Mingyu sengaja mengabaikan pertanyaanku yang satu itu.

Mina memutar setir ke kiri, menepikan mobilnya lalu berbelok ke area pom bensin untuk mengisi bahan bakar mobilnya yang memang sejak dari Seoul tadi sudah menipis.

"Mina, aku ke toilet dulu. Jangan tinggalkan aku," ucapku ketika mobil sudah berada di depan salah satu mesin pom dan petugas sedang melakukan pengisian. Aku tiba-tiba merasa ingin buang air kecil.

"Jangan lama-lama!"

Kuacungkan jempol lalu keluar dari mobil setelah meninggalkan slingbagku di atas jok, segera berjalan menuju toilet yang terletak di belakang area pom bensin.

Setelah selesai dengan urusanku, aku segera keluar toilet dan menyempatkan mencuci tangan di wastafel. Kulihat mobil Mina sudah berada di samping pintu keluar pom bensin. Aku setengah berlari menghampirinya. Mina tengah asyik memainkan ponsel ketika aku masuk dan menutup pintu mobil. Aku merogoh slingbagku untuk mengambil ponsel, namun tidak kutemukan benda yang kucari di dalam. Aku menoleh ke arah Mina dan detik berikutnya mataku melebar melihatnya yang ternyata tengah memainkan ponsel milikku.

The hell.

Aku pun segera merampasnya dari tangan Mina. Hal yang paling kutakutkan adalah jika dia membuka aplikasi Line lalu menemukan kontak bernama YJH1004, apa yang harus kulakukan???!!! Semua Carat tahu bahwa tiga huruf dan empat angka itu merupakan inisial legendaris milik Yoon Jeonghan. Masalahnya aku tidak tahu harus memberi alasan apa jika Mina menanyakan perihal itu.

Tapi syukurlah ketakutanku itu tidak menjadi nyata, karena saat kulihat layar ponselku hanya menunjukkan layar home dengan beberapa pop-up message di bagian atas—salah satunya dari Mingyu.

Aku menghembuskan napas lega lalu melirik ke arah Mina. Ia menatapku dengan ekspresi menyesal dicampur ekspresi memelas.

"Mian." Ia menangkupkan kedua telapak tangannya, meminta maaf. "Aku mendengar suara notifikasi beruntun tadi, kupikir pasti itu balasan dari Mingyu. Tapi aku sungguh belum melihat apa-apa! Kau datang ketika aku baru membuka kunci ponselmu. Jinjja," jelasnya dan kulihat tidak ada tanda-tanda Mina berbohong. (Sungguh)

WHY YOU? || KIM MINGYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang