36. Wrong Way

1.5K 187 26
                                        

Siyeon's POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Siyeon's POV

Dosen pria berusia 50 tahun ke atas dengan kacamata menggantung di hidungnya itu baru saja keluar kelas, menyudahi mata kuliah terakhir hari ini. Hembusan napas lega terdengar dari sekitarku, disusul dengan kehebohan merapikan buku-buku dan alat tulis dengan cepat—tak sabar ingin segera meninggalkan kampus, pulang ke rumah.

"Ah, aku malas sekali menjemput Eomma di mall," keluh Mina disebelahku, menumpukan kepalanya di atas meja yang masih berserakan buku serta alat tulis miliknya yang belum dirapikan.

Aku menarik resleting tasku hingga tertutup lalu memandang Mina, "Bersyukurlah kau bisa menemui ibumu tiap hari. Kau bisa shopping bersamanya, bisa menghabiskan banyak waktu dengannya, tidak seperti diriku." Aku menipiskan bibir, seketika menjadi teringat dengan kedua orangtuaku di Singapore sana—merintis bisnis Korean Food di negara itu dan meninggalkanku menempuh pendidikan disini. Aku jadi rindu mereka yang hanya pulang saat akhir tahun atau syukur-syukur saat hari raya Chuseok itu.

"Kau benar juga. Terima kasih sudah mengingatkanku." Mina menegakkan tubuhnya, tersenyum, lalu merapikan barang-barangnya di atas meja dengan cepat, "Aku harus segera menjemput Eomma sebelum ia menunggu lama dan mengomeliku."

Aku dan Mina berjalan beriringan menyusuri koridor. Tak lupa aku memakai masker yang senantiasa sedikit banyak menutupi wajahku. Semua masih sama, ada saja orang-orang yang memberikanku tatapan tak suka dan juga berbisik-bisik, membicarakanku yang merupakan 'kekasih idol'. Ya, aku sudah terbiasa dengan semua itu. Selama mereka tidak melakukan hal buruk seperti membullyku atau semacamnya, aku akan mencoba baik-baik saja meskipun selalu menjadi pusat perhatian.

Berpisah dengan Mina di gerbang kampus karena tujuan kami berlawanan arah—ia harus segera menjemput ibunya di mall, aku pun melangkah seorang diri menuju halte bus. Aku lantas merogoh tas untuk mengambil ponselku yang terakhir kali kusentuh saat jam makan siang beberapa jam lalu. Mataku sontak melebar melihat ada 13 missed call dan 4 unread message di layar, aku memang mengaktifkan mode silent sehingga sama sekali tidak tahu jika ada panggilan atau notifikasi semacamnya yang masuk.

Semua dari kontak yang sama, kontak bernama MingyuK.

Aku menghentikan langkah, memiringkan kepala demi memandangi layar ponsel digenggamanku beberapa saat. Tak habis pikir kenapa dan ada apa gerangan Mingyu yang notabene idol-super-sibuk menghubungiku sebanyak ini. Aku kembali melangkah sambil jemariku mengklik pesan yang belum terbaca itu.

MingyuK : Siyeon, neo eodieya? (Kau dimana?)

MingyuK : Kau baik-baik saja?

MingyuK : Kau sudah tiba di Seoul dengan selamat, kan??

MingyuK : Balas pesanku, jebaalllㅠㅠ

WHY YOU? || KIM MINGYUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang