Hatiku bukan terbuat dari baja. Ia bisa retak kapan saja, tergantung bagaimana
kau memperlakukannya.
Tidak selalu terlihat, tidak selalu terdengar. Tapi tetap terasa.
Dan saat semuanya terlalu berat untuk ditahan, aku memilih cara yang paling sunyi. Menangis... tanpa suara, tanpa saksi.
Karena hanya dengan itu, aku bisa perlahan kembali tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
KurzgeschichtenSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
