Kenyataan itu datang, tanpa peringatan, tanpa belas kasihan.
Menamparku tepat di tempat yang selama ini kuanggap aman.
Dan untuk sesaat, segalanya terasa hening.
Sampai akhirnya, kau mengatakan itu. Dengan suara yang sama seperti saat kau meyakinkanku dulu.
“Aku mencintainya.”
“Apa yang harus kulakukan?”
Dan saat itu, aku mengerti...
Bahwa yang hancur bukan hanya kepercayaanku, tapi juga seluruh diriku.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Historia CortaSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
