Ternyata, cemburu bukan hanya milikku.
Malam itu, untuk pertama kalinya, seseorang mengantarku pulang.
Bukan kau.
Dan anehnya, dunia tidak runtuh seperti yang kubayangkan.
Aku melihatnya, dari sudut yang tak pernah berubah.
Balkon itu. Tempat di mana kau sering berdiri, kini menjadi tempat di mana aku membaca perasaanmu.
Tatapanmu... tidak perlu dijelaskan.
Ada sesuatu di sana yang terlalu familiar bagiku.
Cemburu.
Tapi tidak seperti aku dulu, yang bertahan dan menunggu, kau memilih untuk berbalik, dan pergi.
Seolah perasaan itu tidak pernah pantas untuk kau akui.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Short StorySebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
