“Ponselmu berdering.”
Aku mengingatkan, pelan, tapi cukup untuk memecah hening.
Kau melihatnya.
Hanya melihat.
Tanpa benar-benar ingin menjawab.
Dan entah kenapa, itu justru terasa lebih mencurigakan.
Kenapa tidak kau angkat?
Pertanyaan itu hanya berputar di kepalaku, tanpa pernah benar-benar keluar. Karena aku terlalu sibuk memperhatikanmu.
Tatapanmu tenggelam di layar itu, terlalu lama untuk sesuatu yang seharusnya biasa.
Dan di detik itu, sesuatu dalam diriku ikut berubah.
Jadi sekarang... siapa yang seharusnya dicurigai?
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Short StorySebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
