Sebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku tahu, kau bukan tipe pria yang menyakiti dengan tanganmu. Kau terlalu rapi untuk itu. Terlalu berhati-hati untuk meninggalkan bekas yang bisa dilihat.
Tapi kau sangat mahir menyakiti dengan cara lain.
Dengan kata, dengan sikap, dengan diam yang lebih kejam dari apa pun.
Luka yang kau buat tidak terlihat, tapi menetap.
Dan entah sejak kapan, aku menjadi seseorang yang paling sering merasakannya.