Aku sibuk dengan layar di depanku, tenggelam dalam hal-hal yang seharusnya kuselesaikan.
Hingga tiba-tiba, semuanya terhenti.
Kau datang, dan tanpa banyak kata, menutup laptopku dengan cara yang hampir lembut, tapi cukup untuk mengacaukan segalanya.
“Byun!”
Protesku terlambat.
Semua yang belum sempat kusimpan
menghilang begitu saja.
“Aku mengambil cuti hari ini,” katamu.
“Bukan tanpa alasan.”
“Jadi... tinggalkan semua itu.”
“Fokuslah padaku.”
“Untuk hari ini saja.”
Dan seperti biasa, aku menurut. Bukan tanpa alasan.
Karena selain cinta, apa lagi yang bisa membuatku semudah ini melepaskan segalanya?
Katanya cinta bisa menyesatkan.
Tapi bagiku... ini bukan berlebihan. Ini kenyataan, bahwa aku selalu memilihmu.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Historia CortaSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
