Aku pulang.
Ke tempat yang tidak pernah bertanya terlalu banyak.
Kampung halaman—satu-satunya tempat di mana aku bisa bernapas tanpa harus mengingatmu setiap detik.
Untuk sementara waktu, aku memilih diam. Tidak ingin mendengar apa pun, tidak ingin tahu apa pun tentangmu.
Seolah dengan begitu, aku bisa mengembalikan diriku sendiri yang sempat hilang.
Dan perlahan... aku mulai mengerti sesuatu.
Bahwa melupakanmu—meski tidak sempurna—adalah satu-satunya cara untuk merasa tenang lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Short StorySebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
