Maaf Untuk Apa

952 102 0
                                        

"Maaf,"

katamu lirih, hampir seperti bisikan yang tak ingin benar-benar didengar.

Dan aku terdiam.

Bukan karena aku tidak mengerti, tapi karena aku tidak tahu harus menerima yang mana.

Maaf untuk apa?

Karena kau telah menyakitiku?

Atau karena hatimu ternyata terbagi?

Atau karena kau tidak pernah benar-benar bisa memilih?

Atau...

Karena semua yang kutakutkan ternyata benar adanya?

Dan di antara semua kemungkinan itu, satu hal yang paling jelas adalah... kata itu tidak cukup untuk memperbaiki apa pun.

UNTITLEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang