Aku Menguatkanmu, Meski Aku Juga Terluka

958 105 0
                                        

Kepalamu bersandar di pangkuanku, berat,
seolah membawa sesuatu yang tak bisa lagi kau simpan sendiri.

Wajahmu lelah, hampir seperti seseorang
yang kehilangan arah.

Dan perlahan, kau mulai bercerita. Tentang banyak hati yang terluka karenamu. Tentang suara-suara yang mungkin akan membencimu, atau menertawakanmu di belakang sana.

Aku terdiam.

Untuk sesaat, aku merasa bodoh. Karena aku sempat berpikir, kau menikmati semua itu.

Adegan itu.

Peran itu.

Padahal kenyataannya...  kau juga sedang tertekan.

“Apa yang harus kulakukan?”

Pertanyaanmu jatuh pelan, tapi terasa begitu berat.

Dan seperti biasa,baku memilih menjadi tempatmu pulang.

“Seiring waktu, mereka akan mengerti.”

“Percayalah... mereka tidak membencimu.”

“Mereka hanya iri.”

“Karena tidak berada di posisi itu.”

Aku mengatakan itu seolah aku benar-benar percaya. Seolah aku tidak merasakan hal yang sama.

Karena di balik semua pengertianku, aku juga bagian dari mereka.

Yang diam-diam merasa iri.

UNTITLEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang