Aku pernah bertanya, dengan nada yang setengah bercanda, setengah ingin tahu.
“Berapa banyak waktu yang kau habiskan
untuk memikirkanku?”
Kau tidak menjawab lama.
Dengan tenang, seolah itu hal paling sederhana di dunia, kau berkata:
“Hanya satu kali. Setelah itu, kau tidak pernah meninggalkan pikiranku.”
Dan saat itu, aku percaya.
Siapa yang tidak akan luluh mendengar hal seperti itu?
Tanpa sadar, aku menjadikannya alasan
untuk tetap bertahan, bahkan ketika segalanya mulai tidak lagi sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Short StorySebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
