Di tengah kebisingan itu, seseorang muncul tepat di hadapanku. Wajahnya tertutup, masker hitam, topi yang menutupi segalanya.
Tapi aku tahu. Tidak mungkin salah. Itu kau.
Bahkan sebelum kau mengatakan apa pun, aku sudah mengenal caramu berdiri,
caramu menatapku meski dunia mencoba menyembunyikanmu.
Tanpa banyak kata, kau meraih tanganku, dan untuk sesaat, aku lupa bagaimana rasanya menolak.
Kau menarikku pergi, menjauh dari semua suara, menuju tempat yang hanya berisi kita.
Sebuah mobil yang menjadi saksi dari hal-hal yang belum selesai.
Kau datang, bukan untuk kembali, tapi untuk menjelaskan sesuatu yang sudah terlanjur menghancurkanku.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Cerita PendekSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
