Kau membuatku semakin yakin
untuk tidak kembali.
Seolah semua yang terjadi sudah cukup
untuk kutinggalkan.
Tapi kau...
Tidak pernah benar-benar berhenti.
Terus mencoba, terus mendekat, seakan jarak ini masih bisa diperbaiki.
“Kalau kau mau kembali.... aku janji akan memperbaiki semuanya. Dari awal.”
Begitulah caramu mengaku, tanpa menyangkal, tanpa bersembunyi.
Dan entah kenapa, itu justru membuatku semakin ragu.
“Bagaimana kalau kau ingkar?”
Pertanyaan yang sederhana, tapi terlalu berat untuk dijawab dengan mudah.
“Lakukan apa pun yang kau mau padaku.”
Katamu, tanpa ragu.
Seolah kau siap menanggung segalanya, kecuali kehilangan aku.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
ContoSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
