9

2.3K 290 8
                                        

Akara menunggu momen dimana kakaknya akan tiba tidak lama lagi, namun serangan bertubi-tubi dari setiap tempat membuat ia ingin sekali bertindak sekarang, namun dengan segenap hati ia tetap menahan diri agar kejutannya tidak sia-sia hanya karena ia membantu yang lain sedikit saja tanpa menunjukkan diri.

Dia bahkan sekuat tenaga menahan gelak tawa dengan segala protesan yang ada diantara satu anggota kru dengan kru yang lainnya. Reaksi mereka menahan setiap serangan itu malah terlihat lucu biarpun sebenarnya tak ada yang lucu sedikitpun.

"WOIIIII!!!! SEMUANYAAAAAAA!!!!"

Suara pekikkan Luffy seketika mengalihkan semua pandangan yang ada di Sunny Go termasuk Akara sendiri. Semuanya menangis haru bagi kru lelaki, lain halnya dengan Nami dan Robin yang girang melihat sang kapten sudah hadir ditengah-tengah mereka.

Akara mengulum senyum sembari menahan cairan bening yang nyaris menyeruak dari kedua pelupuk matanya. Ia bahagia karena Luffy sudah berubah, biarpun kebodohannya sudah pasti tetap sama saja, tapi ia senang karena kakaknya yang bolot itu sudah menerima takdir mereka untuk kehilangan kedua saudara mereka dulu, namun itu dulu.

Karena jangan lupa, Sabo masih hidup!

Cam kan itu!

Waktu demi waktu berlalu, bala bantuan terus datang silih berganti untuk membantu kru Topi Jerami yang siap berlayar ke Dunia Baru. Akara hanya bisa cengengesan menahan suara melihat sang kakak yang tak henti-hentinya membuat keributan dengan Sanji yang hanya bisa menatapnya iri karena Luffy latihan di pulau wanita, lain halnya dengan Sanji yang latihan dipulau yang dipenuhi dengan bencong.

"Semuanya!"

Panggilan Luffy kali ini membuat semua menoleh padanya setelah gelembung pelapis kapal mengembang membungkus mereka semua, termasuk sang adik yang masih dalam posisi diamnya, Akara tersenyum melihat keseriusan sang kakak kali ini.

"Banyak sekali yang ingin ku ceritakan pada kalian, dan aku berterima kasih kepada kalian karena sudah mau memegang teguh keputusanku dua tahun yang lalu!"

Semua terkekeh.

"Kau kan memang seperti itu dari dulu." sahut Sanji.

"Kau suka seenaknya, tapi kami percaya kalau yang kau putuskan itu adalah sesuatu yang tepat." lanjut Usopp.

Yang lain mengangguk menyetujui nya, Akara yang masih tak kasat mata dan masih tak disadari kehadirannya itu hanya masih mampu tersenyum.

Dasar bodoh, kau sama sekali tidak berubah ya? Kalau Ace masih ada, ku rasa dia bakal berdecak kagum melihat perkembanganmu sekarang. Ditambah kau sendiri sudah menguasai Haoshoku no Haki. Batin Akara.

Luffy menarik nafas lagi.

"Turunkan layar!"

Layar terbentang, dia memberi kode lagi.

"Saatnya berlayar, ke Dunia Baru!"

"Yeeaaahhh!!!!"

Akara mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi sembari menyambungkan telepatinya dengan Rayleigh.

Rayleigh, kami pamit! Ingat, jangan mati dulu!

Ucapan Akara yang bergema dikepala pria paruh baya itu membuat ia terkikik.

"Hati-hati kalian, Dunia Baru itu keras. Bantu kakakmu sekuat tenaga. Kalian juga jangan mati!" pintanya.

Tentu saja!

Helaan nafas terdengar, kapal yang saat ini sudah bergerak berlayar menuju Pulau Manusia Ikan pun sudah meninggalkan permukaan air sekitar sepuluh menit yang lalu dan Akara memutuskan untuk menunggu lebih dalam lagi untuk membuat dirinya muncul dan hawa keberadaannya muncul ditengah-tengah reunian mereka.

Akara's Journey [One Piece x Original Char]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang