62

473 47 2
                                        

Malam menjelang, tiga kapal yang kini tengah beriringan menuju ke tempat selanjutnya dimana tempat berikutnya adalah Water 7, tempat Franky berasal. Tempat itu merupakan tempat penuh kenangan bagi semuanya disana sebelum bergabungnya Brook empat tahum silam.

Mulai susah dan heboh bukan kepalang mereka waktu itu ketika ingin mengajak Franky bergabung sampai-sampai si tukang kayu dibuat malu oleh tingkah Luffy, berpisahnya tim Topi Jerami dengan kapal sebelumnya yaitu Going Merry Go sebelum mereka menggunakan Sunny Go yang dibuat oleh Franky, Robin yang diculik oleh CP 9 yang akhirnya terbentuk menjadi CP 0 kemarin dan direbut kembali dimana tim ini beraliansi dengan tim GalleyLa Company waktu itu, dan yah ...

Banyak sekali kehebohan ditempat itu dulu. Parah sekali pokoknya.

Akara kini tengah mengutak-atik tongkat mekaniknya seorang diri dengan fokus disamping seluruh peralatan mekanik milik Usopp dan Franky yang ia pinjam dan benda-benda itu kini tengah berserakan di sekitarnya. Tongkat itu mulai sedikit macet akibat sering digunakannya ketika bertarung kemarin sejak ia masih New York hingga keberangkatannya dua tahun silam. Benda itu selalu menemaninya sejak ulang tahunnya yang ke dua belas, dan itu sudah enam tahun berlalu.

Namun benda itu tetap bagus hingga saat ini dan dia hanya berniat membenarkan sedikit saja termasuk memodifikasinya jika ia kepikiran sesuatu atas modifikasi tambahan itu.

"Sibuk sekali, sampai-sampai aku di abaikan padahal lagi ngoceh soal kau loh." iseng Izo.

"Berisik, aku sebel gak karuan sama kau, tau. Sana jauh-jauh, njir. Nggak pernah ngomong soal hubungan antara kau dan keluargaku sejak awal, bahkan kau juga sudah tau keadaanku sejak Ace bergabung dengan kalian waktu itu! Bete!" ocehnya sebal.

"Izo, berhentilah. Kau bukan saudara bahkan keluarganya. Dia bisa korek informasi sendiri dengan cara membaca memorimu tanpa harus kau jelaskan panjang lebar, bego. Kau sudah tau itu." protes Ace.

Membuat Akara hanya bisa mengeluh halus karena merasa setuju dengan hal itu. Sedangkan Izo? Dia hanya terbahak.

"Ara-chan! Ayo makan dulu! Kau sudah sibuk mengutak-atik barangmu dari pagi tadi!" panggil Sanji, membuatnya kembali memasang muka kesal.

"Kau jangan ikut-ikutan panggil namaku begitu, blonde sialan! Atau kau ku bunuh!" ancamnya.

"Wah, seram." canda Marco.

Gadis itu hanya bisa mengentakkan kaki dengan sebal sembari menggerakkan jari telunjuk, membuat semua barang yang berserakan langsung rapi dalam hitungan detik saja ke tempatnya lalu ia berlalu, meninggalkan kedua lelaki yang sedang berdiri bersampingan itu, lain halnya dengan Luffy yang sudah sibuk mencomot makanan sejak tadi.

Izo memandang langit, ia juga merasa bersalah karena merahasiakan hubungannya dengan keluarga Akara yang selalu hidup sendirian ditengah ketiga kakak angkatnya selama empat belas tahun belakangan dan itu bukanlah waktu yang sebentar tanpa mengetahui hal apapun.

"Kau kenapa tidak menghubunginya?"

Pertanyaan Ace memecahkan lamunan Izo saat ini, membuat lelaki itu menoleh ke arah rekannya yang sudah jadi arwah itu.

"Kau tidak lihat dia sedikit ceroboh waktu itu ketika sedang bicara dengan Fujitora ditengah pertarungan mereka di Dressrosa? Bagaimana ceritanya kalau aku sudah memberitahunya lebih dulu sebelum kejadian kalau aku tau rahasia keluarganya? Bakal parah daripada ini. Aku pasti bakal diincar kan karena aku sumber informasi keluarga Shirayuki. Kau mau adikmu kenapa-napa? Aku lebih baik bertingkah normal seperti biasanya. Menjaga rahasia keluarga Shirayuki itu bukan hal yang mudah, Ace. Keluarga mereka itu terkenal sekali gilanya."

"Ya, aku tau itu, tapi setidaknya kau bisa diskusikan beberapa hal denganku soal adikku. Bukannya malah memendam dan merahasiakan semuanya sendirian seperti ini. Aku kakaknya, aku berhak tau! Dia adikku! Bukan adik orang lain!"

Akara's Journey [One Piece x Original Char]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang