14

1.4K 183 2
                                        

[Author POV]

"Karena Luffy-chin adalah sahabat baikku sejak dua tahun yang lalu."

Akara menatap Chaimie cengo, seakan tak percaya dan takut salah mendengar apa yang dikatakan Chaimie barusan padanya.

Sahabat Luffy sejak dua tahun yang lalu?

What the hell?

Kok bisa? Kok bisa!?

"Kok bisa? Kalian kenal darimana?" tanya gadis itu pada akhirnya, merasa penasaran bukan main dengan cerita Chaimie kenapa ia bisa kenal dengan kakaknya. Gadis duyung itu kemudian tersenyum sembari mendekati kasur yang ditempati kelimanya saat ini, lalu mulai bercerita pengalamannya bagaimana ia bisa bertemu dengan Luffy pertama kali dulu, bagaimana petualangannya yang menyelamatkan sahabatnya yang merupakan manusia ikan gurita, namanya Hacchi.

Dimana awalnya Luffy dkk itu musuhan dengan rombongan Hacchi, kenapa? Karena mereka dulu menjajah tempat tinggal Nami hingga dua tahun silam ketika mereka bertemu dan kejadian itu ternyata telah berlangsung selama satu dekade lamanya, yang artinya kejadian itu bermula pada dua belas tahun yang lalu, dimana Bajak Laut Manusia Ikan yang kala itu menjajah tempat tinggal Nami dipimpin oleh Arlong, dia juga membunuh ibu angkat Nami serta saudarinya, Nojiko ketika mereka masih kecil dan Bellemere, ibu keduanya, ditembak mati tepat di kedua mata kakak beradik itu.

Bahkan sampai Chaimie yang di culik oleh pihak pedagang gelap karena menginginkan harga nilai yang tinggi untuk Chaimie selaku manusia ikan, dan ia pun dilelang sebagai budak. Semua cerita serta petualangannya ia ceritakan secara detail tanpa henti selama hampir empat jam lamanya tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun.

Sekarang Akara memahami kenapa Chaimie menyelamatkan mereka berlima tanpa pamrih sama sekali apapun bentuk keadaannya, karena kru ini sudah menyelamatkan nyawa Chaimie serta Hacchi dulu sebelum peperangan besar di Marineford terjadi dan mereka merasa jika Luffy dkk sangat berjasa di hidup mereka serta berhutang budi atas itu, dan mereka merasa tebusan apapun yang mereka lakukan selama ini tak cukup dengan apapun untuk membalas kebaikan tim ini. Kenapa? Karena menyelamatkan mereka dulu taruhannya juga nyawa.

Gadis itu tersenyum bahagia begitu mendengarnya yang kemudian memamerkan senyum lebarnya, wajahnya mirip anak kecil biarpun usianya sudah menginjak umur enam belas namun fisiknya tak mengatakan hal demikian, membuat sahabat sang kakak menatapnya dengan gemas karena ia terlihat sangat lucu ketika tersenyum begitu.

Bahkan ketika Akara menjelaskan bahwa Luffy adalah kakaknya, sahabat sang kakak benar-benar tak menyangka jika keduanya adalah kakak beradik selain dengan sosok almarhum Hiken no Ace, kakak sulung keduanya. Gadis bersurai biru itu menjelaskan nya juga secara singkat, padat dan jelas dan untung nya Chaimie mampu memahami hal tersebut dengan cepat pula, biarpun ia juga masih tak percaya dengan fakta yang ada sekarang. Tapi apapun itu, ia tau bahwa Akara tak berbohong padanya. Mata Akara serta ekspresi badan dan juga tutur katanya yang tak aneh itu adalah buktinya jika ia tak berbohong.

"Kalau begitu, Chaimie."

Ucapan Akara membuat gadis itu menatapnya intens.

"Kali ini, terima kasih sudah menyelamatkan nyawa kami akibat seretan arus karena sudah memaksa masuk kemari, bukan dengan jalur yang sesuai."

Mendengar itu, Chaimie terkekeh.

"Ini belum seberapa ketimbang kakakmu serta yang lainnya sudah menyelamatkan kami, Akara-chin."

Keduanya kemudian bercanda ria sembari membahas segala macamnya tanpa henti tanpa menyadari jika Luffy dan yang lainnya sadar, kedua gadis itu kemudian menoleh ketika mendengar suara dari samping mereka dan mendapati Sanji sudah duduk disampingnya sekarang.

Akara's Journey [One Piece x Original Char]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang