64

423 39 1
                                        

Selama di perjalanan, Akara memang bertingkah dan berperilaku selayaknya anak seumurannya, Iceberg merasa sedang menemani keponakan bahkan seperti putri sendiri mengingat usianya sendiri sudah lebih dari 40 tahun, jadi tak aneh ketika ia baru saja bertemu dengan Akara di pelabuhan tadi, gadis itu menyapanya dengan sebutan Paman.

Lamunan serta obrolannya dengan warga sekitar tiba-tiba teralihkan kepada Akara yang kini tengah memakan permen apel, ditambah dia sendiri juga menyodorkan salah satu permen yang masih baru kepada Iceberg, lelaki itu mengerjapkan mata sejenak sebelum ia akhirnya terbahak sembari menerima permen pemberian Akara.

"Maaf ya Paman, aku malah jadi belikan permen yang manis. Nanti aku traktir jajan yang lain." celetuknya kemudian setelah mereka melanjutkan langkah.

Tangan gadis itu banyak sekali belanjaan namun ia tak risih dengan bawaan sebanyak itu walau sedang memakan permen yang kini tengah menyempal mulutnya hingga lumayan penuh itu.

Lelaki bersurai biru dongker itu hanya bisa mendengus sembari mengelus kepala Akara.

"Sepuas-puasmu liburan sambil jalan-jalan disini. Aku tidak keberatan menemanimu." ujarnya.

Akara kemudian menatap lelaki itu dengan cengiran khasnya, selalu saja kalem, dan senyum tanpa banyak bicara. Namun sedetik kemudian, senyuman yang baru saja merekah sesaat itu kemudian berubah menjadi ekspresi dengan tatapan yang sangat tajam, membuat Akara dengan cepat menaruh dan mengatur semua belanjaannya lalu ia menarik Iceberg ke belakang tanpa melepas tangan kecilnya yang tengah melingkar di pergelangan tangan Iceberg.

Ia memegang tanpa menyakiti sosok lelaki yang juga sangat berperan penting bagi timnya, terutama sosok Franky.

Berkat dia lah, Franky juga jadi sosok yang sangat bisa di andalkan ketika tim ini bertemu dengannya dulu sebelum Luffy memutuskan untuk merekrut Franky sebagai tukang kapal yang handal bagi mereka semua.

Lelaki itu terkejut saking sigapnya Akara yang langsung bergerak mulus secepat angin sembari melindunginya sekarang, gadis itu menangkis sebuah pedang samurai yang diarahkan ke arah Iceberg dengan lengannya yang terlapiskan Bushousoku, menghasilkan bunyi berdenting yang lumayan keras akibat benda tajam itu menghantam lengannya.

Dan suara itu juga cukup memekakkan telinga jika tidak terbiasa dengan suara dentingan yang memang bikin telinga jadi sakit dibuatnya.

Akara langsung menghempas mundur lawannya sembari membuat Iceberg mundur beberapa langkah perlahan ke belakang dan memastikan lelaki itu tetap berdiri dibelakangnya tanpa terlalu jauh.

"Jangan jauh-jauh dariku atau kau akan celaka tanpa pengawasan ketat, Paman Iceberg. Ingat peran pentingmu di kota ini." ucapnya pelan, membuat lelaki itu hanya bisa mengangguk patuh.

"Kau ... Siapa? Kenapa kau tiba-tiba mengincarnya?" tanya gadis itu waspada, namun sang lawan hanya terkekeh lalu tertawa seram.

Mengingat sosok itu juga mengenakan pakaian yang kurang familiar bahkan hampir tidak dikenali akibat jubah yang ia kenakan.

"Shirayuki ya ... Senang bisa bertemu denganmu lagi secara langsung sekarang, lucky."

Akara terkejut, sedetik kemudian ia hafal cara bicara ini sembari mencibir kesal lalu menghilangkan Bushousokunya. Ia nyaris saja lupa dengan tawa sosok yang tengah menggunakan jubah itu yang menyembunyikan sosok aslinya sekarang.

"Ternyata kau, si tolol Killer. Ngapain sih kau disini? Dan sejak kapan kau ada di tempat ini? Area Water 7 sudah berada dibawah kekuasaanku dan Luffy. Lebih baik kau enyah dari sini sebelum kau kubunuh. Kalau mau bertarung, ayo ke area terbuka. Kau tidak akan ku izinkan bertarung denganku diarea padat penduduk seperti ini. Kota ini dibawah perlindungan kami jadi kau tidak akan bisa seenaknya terutama denganku." ketusnya kemudian.

Akara's Journey [One Piece x Original Char]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang