25

1.1K 127 4
                                        

Keadaan benar-benar kacau sesuai tebakan Akara di awal sebelum rencana mereka dimulai, ditambah aksi perlawanan Caesar menggunakan Smiley yang mengharuskan Akara turun tangan secara langsung saat ini, proyektor milik Caesar menampakkan sosok gadis bersurai biru yang saat ini tengah berdiri di hadapan Smiley, sebelum bergerak, ia menoleh ke arah proyektor dan menatap garang Caesar.

"DASAR ILMUAN GILA KAU, CAESAR!!"

Mendengar pekikkan itu, Caesar terkejut bukan main, ditambah semua tim yang awalnya berpencar sekarang sudah berada di markas utama yang merupakan tempat Caesar pun sama terkejutnya melihat Akara marah seperti itu.

"Kau mau mengorbankan semua orang yang ada di pulau ini termasuk bawahan yang kau anggap tak berguna itu!? Kau sinting!? Goblok!"

Merasa tak terima dengan ocehan gadis yang berada di dekat bahan percobaannya saat ini, Caesar menatap kesal Akara dan mencaci makinya balik.

"Apa maksudmu, bocah kecil!? Malah kau yang akan menjadi korban pertama begitu benda yang dimakan oleh Smiley bereaksi! HAHAHAHAHA!"

Akara membunyikan sendi jari-jari tangannya dengan sebal.

"Oh ya? Ku buktikan bahwa benda hidup ini tak akan berguna."

Ia mengangkat tangan sembari menatap Smiley, dengan gerakan menggenggam seakan menggenggam udara, Smiley seolah membatu lalu hangus bak ditelan udara secara perlahan namun pasti, asap putih netral layaknya asap biasa tak berbau itu berbaur dengan udara disekitarnya dan Smiley menghilang sebelum ia berhasil melaksanakan eksperimen milik Caesar.

Gadis itu menoleh lagi ke arah proyektor dan melihat ekspresi mati kutunya Caesar.

"Dan ku pastikan kau akan kami tangkap dalam waktu dekat ini, maniak gila."

Proyektor padam, semua orang baik-baik saja dan mulai bergerak ke kapal sesuai rencana kecuali Akara dan Luffy yang tengah bergerak untuk mengurus Caesar, begitupun Law dan Smoker yang mengurus Vergo ditempat lain.

Terutama anak buah Caesar sudah Akara tumbangkan hanya dari tempatnya barusan setelah mengurus Smiley, yaitu Monet. Gadis itu memecahkan jantung Monet karena tak ada pilihan lain lagi selain membunuh nya dari dalam dengan cara demikian.

"Luffy."

Teguran Akara sontak membuat sang kakak menghentikan langkahnya, ia terkejut melihat adiknya sudah tak di gedung lab tak terpakai itu lagi.

"Kau kenapa disini!? Aku buru-buru mencari Caesar!"

Adiknya mendecih.

"Kau kira aku siapa!? Lupa dengan kekuatanku!? Kita bisa kesana dalam sekejap kok! Kemarikan tanganmu!"

Ia menggenggam tangan sang kakak, dan benar saja, sedetik kemudian mereka berteleportasi ke ruangan Caesar dan mendapati sosok pengguna Buah Setan Gas itu berada dihadapan mereka, lelaki itu berniat kabur namun kedua bersaudara itu berhasil menghadang pintu keluar yang merupakan satu-satunya akses bagi Caesar untuk kabur.

"Mau kemana, Caesar?"

Pertanyaan itu kontan membuat Caesar mundur beberapa langkah ketika mendapati Akara bertanya padanya, ia merasa kalau dia itu seperti seekor kutu di hadapan gadis bersurai biru yang ada didepannya saat ini, terutama Luffy juga bakal menyebalkan jika sudah bertarung dengan musuhnya.

"Heheh, kau berani juga ya."

Akara mengangkat bahunya.

"Silahkan bertarung dengannya Luffy, aku cukup dari sini membantumu."

"Oke!"

Pertarungan dimulai, Akara memberikan perlindungan kepada sang kakak termasuk dirinya sendiri selama pertarungan itu berlangsung, Caesar benar-benar dibuat terpojok oleh keduanya terutama Akara, dia lawan yang tak bisa diganggu keberadaannya karena gadis itu tetap tak terluka sama sekali mau seberapa.banyak Caesar memberikan ledakan padanya ketika ada celah jarak serangan Luffy biarpun hanya tiga kali serangan kuat dari Caesar yang tak seberapa bagi mereka.

Akara's Journey [One Piece x Original Char]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang