27

1K 128 2
                                        

"Kau sudah tumbuh besar ya, cantik sekali sekarang."

Akara hanya bisa tersenyum setelah selesai menangis dan baru saja meminum minumannya, dia menatap ke arah Koala yang masih menatanya lekat saking lucunya wajah gadis yang habis menangis itu.

"Koala-san, terima kasih sudah bersama kakakku selama 12 tahun ini semenjak ia terpisah dari kami semua waktu itu."

Ucapan itu membuat Koala terkejut, tidak menyangka Akara se sopan ini.

"Sama-sama, Akara-chan." balasnya.

"Kalau kau disini berarti ... Semuanya ada disini?" tanya Sabo.

Akara mengangguk. Tapi dia belum bisa membeberkan soal Luffy yang ikut bertanding di Colosseum, karena salah satu rekan Sabo juga mengikuti pertandingan itu biarpun berada di sesi pertandingan yang berbeda dengan sang kakak. Namun karena prediksi masa depan muncul lagi secara tak terduga seperti biasanya, mau tak mau ia harus memberi tau bahwa Sabo harus menyusup ke dalam Colosseum dan dia harus ikut untuk menjemput Luffy, hanya saja Sabo akan menyadari sosok Luffy setelah sesi pertama pertandingan Blok C dimana Luffy yang terdaftar untuk bertanding di blok itu selesai.

Pandangan Sabo kemudian tertuju ke rantai kalung yang tengah dikenakan Akara, ia menyadari bahwa kado kecil darinya sudah dipakai.

"Waah, kau langsung memakai kalungnya? Suka?"

Merasa jika sang kakak menyinggung soal benda yang kini tengah tergantung manis di lehernya, gadis itu tersenyum lalu mengangguk sembari menampakkan gantungan yang terpasang di kalungnya.

"Siapa yang nggak suka sama kado beginian? Malah dihari yang sama begitu kalungnya nyampe, langsung aku pakai tau!"

Mereka bersenda gurau sesaat sampai akhirnya Akara angkat bicara.

"Nah Sabo, soal pertandingan yang diadakan di Colosseum."

Sabo menoleh, merasa adiknya tau sesuatu.

"Ada apa, Akara?"

"Hadiahnya, hadiah yang akan diberikan oleh Doffy adalah—"

Telepon berbunyi, memotong pembicaraan kakak adik tersebut, sang kakak mengkode karena harus mengangkat telepon dari rekannya.

"Yo, Hack. Ada apa?"

"Sabo, kau sudah tiba di Dressrosa?"

"Sudah, belum lama ini. Dan aku juga baru kelar makan." terangnya.

"Ada yang ingin ku sampaikan perihal hadiah yang akan di berikan oleh Doffy dan aku yakin kau tidak akan mempercayainya."

"Hadiah?"

Ia melirik ke arah Akara yang tadi ingin berbicara sama soal hadiahnya. Adiknya hanya melirik ke arah denden mushi milik sang kakak sebentar.

"Hadiah nya adalah peninggalan kakakmu, Mera Mera no Mi."

Kontan Sabo membelalakkan mata, ia seketika langsung mematikan telepon dan bergerak sembari menggandeng adiknya, sebelum menjauh, Akara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada Koala perihal bon makanan yang harus dibayarnya dan dia akan mengembalikan setengahnya nanti setelah semua permasalahan selesai.

***

Keduanya sudah menyusup masuk ke dalam Colosseum dengan masing-masing dari mereka mengenakan jubah usang, Akara menghembuskan nafas saking tak sabarnya Sabo untuk merebut buah peninggalan saudara mereka nanti.

"Nah, Sabo."

Panggilan berbisik itu membuatnya menoleh ke arah gadis kecil yang juga mengenakan jubah yang sama dan saat ini tengah menggandeng tangannya erat.

Akara's Journey [One Piece x Original Char]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang