Keresahan (part 66)

476 33 0
                                    

.
.
.

Cakka merasakan perbedaan dari sikap kakaknya akhir-akhir ini. Inspektur yang biasanya terlalu sibuk itu lebih terlihat dirumah sekarang. Mengintili dirinya ataupun orang tuanya kemanapun.

Cakka risih?

SANGAT!!!

Apa kakaknya itu sekarang berganti profesi menjadi seorang bodyguard? Tak tau kah sang kakak bila adiknya itu sudah manut-manut karena gagal berjalan berdua dengan Agni.

Ahhh..Cakka ingin protes tapi sepertinya memang ada sesuatu yang mengganggu kakaknya.

"Kak xl kenapa noh? Kok mirip rentenir yang nagih duit ke presiden?" tanya Ozy saat mereka kerja kelompok di rumah Via.

"Cak.. lo ngelakuin sesuatu yah!," tuduh Oik yang langsung dibalas gelengan cepat oleh lelaki harujuku itu.

"Gue juga bingung sumpah dah, tapi sepertinya berhubungan dengan pesan yang didapat kak El kemarin."

"Pesan dari telk*msel? setau gue kak El masih jomblo noh, memangnya siapa yang mau ngehubungin kakak lo."

"Kalau gak dari Telk*msel yah dari anak buahnya lah," celetuk Acha.

Cakka menghela nafas gusar, sejujurnya dia juga tidak tau apa isi pesan yang diterima kakaknya. Tatapannya teralih pada dering ponsel di atas meja, sepertinya Ray menemukan sesuatu.

"Cak! Lo tau ada kasus serupa seperti 4 tahun yang lalu di Bandung?"

"Kagak, ada kasus?"

"Pergi liat berita gih!"

Cakka mengkode Via untuk menghidupkan tv di ruang tengah. Merasa ada sesuatu yang penting gadis chubby itu segera meraih remot dan menghidupkan tv.

Meledaknya bom di salah satu mall di Bekasi

Tatapan mereka langsung tertuju pada judul besar di saluran berita tv. Cakka langsung menoleh keluar jendela, mendapati mobil sang kakak yang sudah tidak berada di tempatnya. Lelaki harujuku itu menghela nafas sejenak, mencoba berpikir tenang lalu kembali menatap siaran berita.

'Santai Kka, belum tentu karena ini kasus ledakkan bom di mall bisa jadi kasus yang sa---'

"Menurut para korban yang selamat, sebelum terjadinya ledakkan bom di mall tersebut terdapat seorang pria yang membawa senjata tajam menyerang pengunjung lain disekitarnya"

"Njir ini bukannya kasus yang sama seperti waktu itu?!" Seru gadis cempreng yang menyadarkan Cakka.

"Udah tau kan? Kumpul dibase gue juga baru nyampe," dan akhirnya panggilan dari Ray terputus.

.
.
.
.
.

Agni menghela nafas mendapati rumah kecil, alias basecamp mereka kotor. Ya, sejak insiden zopire waktu itu mereka tidak pernah kesini lagi. Diraihnya sapu lalu segera membersihkan ruangan itu dengan cepat dan bersih.

Gadis itu sudah lebih dulu datang dan memilih menunggu yang lain sembari membersihkan rumah kecil sebutan mereka untuk basecamp yang terletak di tepi hutan tersebut.

"Ag---Uhukkk" Ray yang baru datang langsung terbatuk disuguhi debu-debu yang terbang disapu Agni.

"Sory kagak keliatan,bantuin gue gih ambil air di belakang," perintah Agni mutlak.

"Iya-iya baru juga datang gue."

Ray meletakkan laptop kesayangannya di atas meja, meraih ember dan segera berlalu kebelakang. Mengambil air di sungai kecil di belakang basecamp mereka.

WARNA-WARNI KEHIDUPANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang