Play the song on mulmed while reading this part ya readers
Happy reading:)
Hangat sinar sang surya mampu membuat pagi lebih berwarna. Pagi adalah awal dari suatu hari yang akan membawa perjalanan seseorang selama lebih dari dua belas jam ke depan melalui segala macam peliknya kehidupan. Kehidupan yang di mainkan oleh tokoh yang mengambil peran utama dalam sebuah kisah.
Seperti halnya dengan sebuah kisah klasik Allisya Clarence. Kisah yang hampir sama dengan kisah anak-anak remaja pada umumnya. Letak perbedaannya adalah gadis tersebut sudah tidak memiliki kehadiran sosok malaikat yang bernama Ibu.
Namun, hal tersebut tidak membuat Allisya menyerah dalam hidupnya, justru ia semakin merasa bersyukur kepada sang pencipta karena telah memberikan sosok ayah yang bisa menjadi pelindung, bisa menjadi sosok ibu dalam waktu bersamaan, dan semua itu sudah lebih dari cukup untuknya.
Allisya tiba di sekolah ketika waktu menunjukkan pukul tujuh tepat. Pagi ini ia tidak menunggu Bisma ataupun Zeo. Saat terbangun dari tidurnya, Allisya tersadar, bahwa ada perasaan lain di dalam hatinya. Perasaan yang belum pernah ia mengerti sebelumnya.
Tentang arti kata rindu pada lawan jenis, kata sayang dengan kaum adam, dan kata rindu yang bukan untuk Daddy-nya, Mommy nya bahkan adiknya.
Ya, Allisya sadar bahwa ia memiliki perasaan lain kepada Zeo. Perasaan lebih dari sekedar teman. Ia telah berhasil menafsirkan segala macam perubahan dalam hatinya. Merasa khawatir dan rindu dengan Zeo saat keduanya baru mengenal. Bahkan pertemuannya dengan Zeo belum terhitung lama, namun ia sudah memiliki rasa lebih dari sekedar teman.
Bagaimana bisa? Allisya sendiripun tidak tahu.
Saat Zeo yang tiba-tiba menghilang beberapa waktu lalu, jujur, ia khawatir, ia cemas dan takut terjadi apa-apa dengan cowok berdarah campuran itu.
Saat Zeo yang tiba-tiba saja menghindarinya, ada perasaan kehilangan dalam hatinya. Kehilangan akan segala bentuk perhatian dan kasih sayang serta kelembutan sikap Zeo yang mampu membuatnya merasa nyaman.
Dan pagi ini, Allisya sudah memikirkan baik-baik nasihat dari Bisma. Ia akan mencoba mengambil sikap untuk kebaikannya dan kebaikan orang-orang di sekitarnya.
Allisya berjalan menuju lokernya untuk mengambil seragam olahraga. Ia mengambil kunci loker yang ia bawa di dalam tasnya dan membuka loker berwarna biru di depannya.
Alangkah terkejutnya ketika loker tersebut terbuka, berceceran berbagai macam kertas yang berisikan tulisan-tulisan dengan tinta merah.
Allisya mengambil salah satu lembar kertas yang terjatuh di lantai dan membacanya.
"Hai Allisya Clarence, anak kelas sebelas yang udah sok-sok'an deket-deket sama Zeo. Lo siapa sih sebenernya, muncul tiba-tiba bahkan sebelumnya aja lo nggak pernah terlihat di Kartika Nusa dan dengan tidak malu nya lo berangkat bareng Zeo. Gue masih ingetin lo dengan cara baik-baik supaya lo stay away dari Zeo. Kalau lo nggak ngikutin apa yang gue omongin, lo bukan lagi dapet surat kaleng dari semua cewek di Kartika Nusa, tapi lebih dari itu. Jadi lo inget baik-baik."
Allisya segera membersihkan lokernya dan mengambil semua kertas-kertas yang memenuhi loker miliknya. Dimasukkannya kertas-kertas tersebut ke dalam tasnya supaya tidak ada pihak sekolah maupun orang lain yang bisa menemukan surat tersebut.
Setelah menyelesaikan seluruhnya, Allisya segera menuju ke kelas. Sebelumnya ia sudah berganti baju dengan seragam olahraganya karena memang hari ini kelasnya adalah jadwal olahraga.
KAMU SEDANG MEMBACA
AlZeo [Completed]
Fiksi Remaja"Cukup Kak, stop it" ~Allisya Clarence "Kenapa All? Gue salah apa sama lo?" ~Zeo Angkasatama "Aku capek Kak. Aku pengen kembali ke kehidupan aku yang sebelumnya. Kehidupan yang penuh dengan ketenangan dan kenyamanan." ~Allisya Clarence "Jadi lo ngga...
![AlZeo [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/181995325-64-k54128.jpg)