32 ~ Hari Yang Aneh.

621 69 0
                                        

Masih Author pov.

"Okey. Gue ambilin ya." kata Aldy sambil ngusak-ngusak rambutnya Yera.

Aldy pun keluar ngambil minum buat Yera. Setelahnya, Aldy kembali berjalan menuju kamar Yera dengan segelas air minum ditangannya.

"Lo mau bawa kemana air nya, Dy?" tanya Daniel dari arah ruang tamu.

Jihoon dan yang lainnya emang tadinya lagi kumpul diruang tamu.

"Ke atas. Buat Yera, dia haus katanya."

Mendengar nama Yera disebut membuat semua yang disana sedang terfokus sendiri langsung noleh kearah Aldy.

"Yera udah bangun??" tanya Lala antusias.

"Udah, La. Tadi gue gak sengaja lewat kamarnya waktu balik dari toilet."

"Gimama keadaannya? Apa udah baikan?" tanya Kesya, gak kalah antusias.

Bukk

Aldy melempar bantal sopa dengan sebelah tangannya ke arah Kesya.

Kesya meringis. Lemparannya tepat ke mukanya. Daniel yang memang sedang berada disebelah Kesya, membantu kekasihnya itu meredakan sakitnya. Gak tau tempat emang. Biarlah yang jomblo berteriak.

"Cek sendiri lah bego. Lo kan sahabatnya. Jangan tanya-tanya sama gue mulu, kek wartawan aja."

"Dihh. Lo pms ya, Dy?" timpal Daniel. Ia kesal, Aldy seenaknya melukai pujaan hatinya, pikir Daniel. Bucin memang.

"Sabodolah. Gue mau cepet-cepet kasih airnya sama Yera, kasian dia." kesal Aldy.

"EITT. Tunggu dulu! Biar gue aja yang bawa. Gue mau ketemu Yera." sahut Kesya sambil ngerebut gelas yang dipegang Aldy.

Aldy mendesah. Ia hanya bisa mengalah. Dari pada di amuk pawangnya.

"Ayok, guyss!"

Baru aja Kesya mau ngelangkah, tapi ia inget sesuatu. Kesya menengok ke arah Sassy. Kesya mengerti, Sassy pasti belum siap bertemu Yera.

Kesya menghembuskan nafas, lalu menepuk bahu Sassy sambil senyum.

"Ayok, La." ajak Kesya ke Lala. Kesya menggandeng tangan Lala, lalu menariknya pergi ke kamar Yera.

Sesampainya dikamar Yera, Kesya langsung masuk aja tanpa permisi, udah kebiasaan.

"Yeraaa." panggil Kesya dan Lala barengan.

Yera yang lagi mainin handphone nya, nengok.

"Nih. Minum buat lo."

Yera naikin sebelah alisnya.

"Loh? Kak Aldy nya mana?" tanya Yera bingung. Ia mengambil gelas yang dipegang Kesya.

"Mati kesengat tawon, kali." jawab Kesya santai. Gak lama kemudian--

"WOI JANGAN NGOMONGIN GUE YA." suara Aldy menggelegar dari bawah.

"Ups. Sengaja."

Kesya dan Aldy ini, emang gak pernah akur.

"Ra, keadaaan lo gimana? Masih sakit? Perasaan lo kek gimana? Sakitnya dimana? Hati lo oke, kan?" tanya Lala.

Plak

Kesya memukul jidat Lala. Gak kenceng, kok.

"Pelan-pelan, bego."

Lala meringis, ia memicing menatap Kesya.

"Biarin si. Gue ini juga. Sensi amat lo."

"Dih. Dasar cerewettt."

"PERLU GUE KASIH KACA HAH?" teriakan Lala menggema dikamar Yera, bahkan terdengar sampai ruang tamu. Sedangkan Yera? Dia bahkan sudah bersiap menutup telinganya dari awal. Sudah memprediksinya.

My (Ex) Enemy - Na JaeminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang