Kita berdebat tentang aku yang pergi
tanpa memberitahumu.
Dan aku berkata, dengan sisa kesabaran yang ada, aku datang untuk menikmati malam itu, bukan untuk melihat kalian berdua saling menyakiti aku dengan cara yang paling halus.
Tapi seperti biasa, semuanya berakhir sama.
Kau menyangkal. Mengubah arah, membalikkan keadaan, hingga aku yang terlihat seperti orang yang salah.
Pencemburu. Salah paham.
Kata-kata itu kau ucapkan dengan mudah,
seolah aku tidak punya alasan untuk merasa seperti ini.
Dan kali ini, aku tidak melawan. Aku membiarkanmu mengatakan semuanya.
Tapi dengarkan ini, jika suatu hari nanti
aku menemukan kebenaran yang selama ini kau sembunyikan.... aku tidak ingin lagi
menjadi satu-satunya yang terluka.
Karena rasa ini... terlalu dalam untuk hanya kurasakan sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Short StorySebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
