Aku Tahu, Tapi Tetap Diam

842 91 11
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Kita melewati malam seolah tidak ada yang salah.

Tertawa, berbagi cerita, hingga pagi datang tanpa terasa.

Di balik selimut, kita saling berhadapan, bertukar tatapan, dan senyum yang terasa utuh.

Tapi ada sesuatu yang tidak bisa terus kusimpan.

“Aku ada pertanyaan.”

“Apa?”

“Jawab dengan jujur.”

Kau tersenyum ringan.

“Apa aku pernah bohong?”

Aku ikut tersenyum—ragu.

“Kemarin malam... setelah telepon itu, kau di mana?”

“Di ruang latihan.”

Suaramu lembut.

Terlalu lembut untuk sebuah kebohongan.

“Kau berbohong.”

Dan permainan itu dimulai.

Kau tersenyum lagi, seolah aku yang keliru.

“Kalau aku bohong, katakan yang sebenarnya.”

Kita seperti dua aktor yang terlalu larut
dalam perannya masing-masing.

“Aku melihatmu. Aku melihat kalian.”

Senyummu memudar.

“Kau yakin itu aku?”

“Ya.”

Hening. Tanpa ekspresi.

“Kalau kau yakin, kenapa tidak menghampiriku?”

“Dan kalau aku benar?”

Kau tidak menjawab.

Dan itu sudah cukup.

“Kau tidak bisa menjawab... karena aku benar.”

Tapi kau tetap tersenyum, seolah aku hanya salah paham.

“Baekhyun...”

Aku belum selesai saat bibirmu membungkamku.

Bukan dengan jawaban, tapi dengan cara
yang selalu berhasil menghentikan semuanya.

“Jika kau ingin kita baik-baik saja,
singkirkan pikiran burukmu.”

“Dengan siapa pun aku dekat... aku hanya akan mempertahankanmu.”

Kecupan di kening itu lembut, hangat, dan menenangkan.

Terlalu menenangkan untuk sesuatu yang sebenarnya belum selesai.

“Suasana hatiku sedang kacau. Aku keluar dulu.”

Dan begitu saja, kau pergi.

Meninggalkanku dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Kau memang hebat. Selalu tahu bagaimana membuatku diam, bagaimana membuatku tunduk, bahkan saat aku tahu
ada yang salah.

Jadi katakan padaku... bagaimana caranya
membenci seseorang yang bahkan dalam lukanya, masih membuatku tidak ingin pergi?

UNTITLEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang