Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mata ini lelah, terlalu sering menangis
untuk seseorang yang masih sama. Setiap malam, tanpa jeda.
Dan kau menyadarinya.
“Kau sakit?” tanyamu pelan.
Jemarimu menyentuh, mengusap lembut
di tempat yang paling jujurnmenyimpan luka.
Hangat itu, sesuatu yang sudah lama tidak kurasakan.
Aku tersenyum, setengah.
“Aku baik-baik saja.”
Aku berbohong.
Dan seperti biasa, aku yang lebih dulu mendekat, memeluk, dan mengaku rindu.
Aneh...
Sesuatu yang kemarin sempat menghancurkanku, kini terasa hilang hanya karena hal sesederhana ini.
Tidak heran jika aku terlihat gila mencintaimu.
Atau mungkin... aku hanya terlalu lemah untuk benar-benar pergi darimu.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Storie breviSebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
