Part 25

846 62 2
                                        

"Tasya, tolong kumpulkan semua karyawan, saya ingin bicara" ucap Rania, "Sepertinya rencanaku berhasil" gumam Tasya sambil berjalan ke informasi, "Perhatian kepada Karyawan Maya Bakery, "Kalian semua di tunggu di ruangan mbak Rania sekarang "ucap Tasya.Beberapa saat kemudian,semua karyawan sudah berkumpul  di ruangan Rania, "Sebelumnya saya minta maaf karena mengumpulkan kalian secara mendadak, "Jujur saya sangat terkejut melihat laporan keuangan hari ini, saya curiga jika salah satu dari kalian melakukan korupsi, "Bisakah saya periksa isi tas kalian" ucap Rania serius,"Baik mbak silahkan"jawab semua karyawan bersamaan, "Terima kasih" ucap Rania mulai menggeledah isi tas karyawannya, satu persatu tas telah digeledah namun Rania tidak menemukan apapun,"Maaf mbak "Tasnya Mila belum di periksa" ucap Tasya, berikan pada saya ucap Rania menggeledah isi tas Mila,Rania terkejut saat melihat sejumlah uang ada di tas Mila, "Semuanya boleh keluar,tim produksi tetap disini" ucap Rania,"Kali ini rencanaku sukses" gumam Tasya tersenyum lalu keluar dari ruangan Rania.
"Mila, dimana kamu seharian ini" tanya Rania,"Saya bekerja bersama tim, saya tidak keluar dari ruangan" jawab Mila, "Benarkah" tanya Rania pada Irene,"Ya mbak, "Mila benar, "Sejak tadi dia bekerja bersama kami" jawab Irene, "Baik terima kasih, "Kalian semua kembali bekerja,"Mila kamu tetap disini" ucap Rania, "Sepertinya ada yang sengaja menjebakmu, untuk sementara  bekerjalah di rumah, "Aku akan menyelidiki kasus ini "bisik Rania, "Tapi namaku tercemar, "Bagaimana aku bisa memperbaikinya" gumam Mila terisak, "Dengarkan aku, Siapapun yang menjebakmu saat ini, Aku yakin dia sangat senang, untuk itulah aku memintamu pergi" ucap Rania, "Sampai kapan" tanya Mila emosi, "Sampai keadaan aman dan aku menemukan siapa pelakunya, "Percayalah padaku,semua baik-baik saja "jawab Rania,"Baik, "Aku ikuti permainanmu tapi aku mohon jangan terlalu lama, aku tidak ingin merepotkan kalian dengan tinggal di rumahmu" jawab Mila, "Aku  akan selesai kasus ini secepatnya" jawab Rania,"Oke,ayo kita lakukan" jawab Mila, "Makasih Mila" jawab Rania tersenyum, "Apa-apaan ini, "Aku menemukan ini tasmu, "Silahkan keluar dari tokoku" ucap Rania emosi sambil melempar uang di hadapan Mila, "Maafkan saya mbak,"Saya melakukan itu karena saya butuh uang" jawab Mila, "Aku tidak terima alasan apapun pergilah" ucap Rania, "Oke lakukan pekerjaan kalian dengan baik, "Saya permisi "ucap Rania keluar dari toko, "Akhirnya dia pergi juga tapi setelah ini aku harus lebih berhati-hati,"gumam Tasya sambil tersenyum, "Tasya" ternyata benar ucapan Irene, "Kaulah musuh kami sebenarnya, "Tunggu saja pembalasanku" gumam Rania lalu pergi dari toko dan bergegas pulang.
10 menit kemudian,Rania tiba di rumah, "Maaf aku terlambat pulang, hari ini ada sedikit masalah di toko" ucap Rania,"Ada masalah apa "tanya Maya panik, namun tiba-tiba pintu di ketuk, "Maaf,Aku buka pintu sebentar" ucap Rania,"Mila, "Syukurlah kau datang,ayo masuk  kami sudah menunggumu" ucap Rania, "Mulai hari ini,"Mila akan kembali bekerja di rumah kita" ucap Rania tiba-tiba, "Tunggu, "Bukankah mama sudah memintanya untuk bekerja di toko" tanya Maya, "Tasya menjebaknya dia menuduh Mila mencuri uang di toko, "Aku sengaja meminta Mila pergi untuk menjebak Tasya" jelas Rania, "Bagaimana caranya, "tanya Mila,"Jika Tasya sudah terbiasa mencuri,cepat atau lambat dia akan mencuri lagi, "Aku hanya perlu mengawasinya dari jauh" jawab Rania.

"Ma waktunya makan, bisakah kita makan dulu setelah itu lanjutkan pembicaraan kalian" ucap Kevin keluar dari kamarnya, "Baiklah sayang ayo "ucap Maya berjalan ke ruang makan, "Mila kau juga makan" ucap Maya, "Tidak bu, "Nanti saja saya tidak lapar" ucap Mila, "Jangan menolak Mila anggap saja ini rumahmu sendiri" jawab Maya tersenyum, "Mama benar, "Maafkan sikapku selama ini terima kasih sudah menyadarkanku arti pentingnya "Keluarga" ucap Kevin, "Sama-sama aku senang melihat kalian berkumpul lagi" ucap Mila dengan mata berkaca-kaca, "Jangan sedih nak, "Anggaplah kami keluargamu" ucap Maya sambil memeluk Mila, "Terima kasih bu" jawab Mila tersenyum, "Sudah ya pelukannya, "Aku lapar sekali" ucap Kevin kesal, "Baiklah sayang ini makananmu, silahkan di nikmati",ucap Maya tersenyum,"Maaf mas Kevin, tapi rasanya tidak baik jika mas memperlakukan ibu seperti itu "ucap Mila,"Kau benar, maafkan aku, "Mungkin ini karena aku terbiasa di layani selama aku sakit" ucap Kevin "Tidak masalah, "Mama berharap kau segera sembuh  dan bisa menata masa depanmu kembali" ucap Maya, "Aku pasti sembuh, lagipula aku sudah tidak tahan duduk di kursi roda ini"ucap Kevin semangat, "Nia tolong kau hubungi bengkel langganan kita, minta mereka memeriksa mobilku, "Besok aku akan mulai bekerja" ucap Kevin,"Sayang,apa kau yakin dengan keputusanmu" tanya Maya,"Ya, aku yakin, "Tolong atur juga jadwal fisioterapiku, "Aku ingin segera sembuh" ucap Kevin,"Baik sayang,mama suka semangatmu" ucap Maya tersenyum.Setelah makan bersama,Kevin segera menghubungi Melly dan menanyakan barang yang di kirim Pak Wira,"Semua lancar pak, besok pameran bisa di mulai" ucap Melly, "Baiklah terima kasih" jawab Kevin, "Aku harus bangkit, "Aku harus buktikan padanya bahwa aku bisa menemukan calon istri yang lebih baik darinya "ucap Kevin sambil membuang foto kebersamaannya dengan Keisya.

"Kak, bisakah kita bicara berdua" tanya Rania,"Ya bicaralah ada apa" tanya Kevin, "Sebenarnya "Aku mengurus pernikahan mantan kekasihmu dengan Robert" jawab Rania, "Tidak masalah, lakukan tugasmu dengan baik" ucap Kevin, "Terima kasih kak, tapi aku janji setelah ini dia tidak akan menganggu kita" jawab Rania,"Aku baik-baik saja, Nia, jangan khawatirkan aku" ucap Kevin tersenyum, "Kakakku aku senang kau kembali  tersenyum, "Aku menyayangimu "ucap Rania memeluk Kevin, "Aku lebih menyayangimu" jawab Kevin, "Keluarga ini benar-benar hangat, "Aku bahagia berada di sini" gumam Mila,"Mila apa yang kau lihat nak" tanya Maya,"Bukan apa-apa, saya hanya terharu melihat kedekatan mas Kevin dan mbak Rania" jawab Mila tersenyum,"Kevin memang seperti itu,"Dia sangat menyayangi keluarganya tapi karena seseorang dia berubah menyebalkan, "Terima kasih sudah mengembalikan Kevin pada kami" ucap Maya memeluk Mila, "Saya tidak melakukan apapun bu, mungkin benar kata orang, "Kita akan menyadari betapa pentingnya orang itu setelah kehilangan dia" jawab Mila, "Mungkin saja,ayo bersihkan dirimu dan istirahatlah di kamar tamu" ucap Maya tersenyum,"Maaf bu saya tidur di kamar belakang saja,"ucap Mila,"Tidak nak mulai hari ini kau juga putriku,"ucap Maya tersenyum, "Terima kasih bu,ibu sangat baik padaku" jawab Mila memeluk Maya.

Benci dan CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang