Part 66

554 46 0
                                        

Flashback on
"Malam itu, Davin datang menemuiku, "Aku tahu istrimu sakit, kau juga butuh banyak biaya untuk kelahiran bayimu, "Aku bisa membantumu dengan syarat,"Bawa Rania ke tempat ini, "Aku akan menemuinya di sana,"Ini untukmu, "Setelah ini berhasil aku akan memberikan uang tambahan padamu, "Awalnya aku menolak, tapi tiba-tiba aku mendapat telepon dari rumah sakit, "Mereka mengatakan bahwa istriku harus segera di tangani,tanpa berfikir lagi, "Aku menyetujui permintaan Davin, karena aku pikir,"Dia akan datang dan membawamu pergi, "Tolong "Maafkan aku, "Aku tidak tahu bahwa Davin sengaja merencanakan semua ini untuk mempermalukanmu dan keluarga."
Flashback off
"Baiklah, Aku memaafkanmu, "Terima kasih kau sudah jujur padaku, "Mengenai kesehatan istrimu, Mulai hari ini, "Aku yang akan bertanggung jawab"Jika Dia menghubungimu, "Abaikan saja" ucap Rania, "Aku mengerti, "Maafkan aku, "Aku janji tidak akan bekerja sama dengannya lagi "ucap Leon.

"Dimas, "Apa kau yakin ingin menikahiku" tanya Rania," Ya,jawab Dimas, "Meskipun aku tidak mencintaimu" tanya Rania lagi,"Ya, "Aku tahu kau perlu waktu untuk menyembuhkan luka di hatimu, tapi "Aku bersedia  menunggu sampai kau benar-benar siap membuka hatimu untukku" jawab Dimas menggenggam tangan Rania dan menciumnya lembut, "Baiklah,ayo kita mulai acaranya" ucap Rania, "Tunggu, "Boleh aku merubah acara hari ini" tanya Dimas tiba-tiba,"Apa maksudmu" tanya Rania, "Hari bukan hari "Pertunangan" tapi "Pernikahan Kami" jawab Dimas tersenyum lalu menyematkan cincin di jari manis Rania, "Kenapa semua seperti ini, padahal aku sudah menyiapkannya dengan sempurna" gumam Davin kesal."Hallo, "Maaf Rencanaku Gagal," ucap Davin pada seseorang, "Bagaimana mungkin" jawab orang tersebut dengan nada kesal,"Ada orang datang dan bersedia menikah Rania" jawab Davin, "Tidak masalah, "Segeralah kembali kita akan susun rencana selanjutnya" ucap orang tersebut,"Oke," 15 menit lagi, "Aku akan sampai" jawab Davin melajukan mobilnya keluar dari rumah Kevin,
15 menit kemudian, Davin sampai di sebuah rumah, "Akhirnya kau datang juga, "Katakan apa yang terjadi di sana" tanya seorang gadis,"Kania, "Apa kau mengenal pria bernama Dimas," tanya Davin, "Tidak, "Setahuku,"Rania tidak pernah dekat dengan dengan pria  manapun kecuali "Kau "jawab Kania tapi "Kenapa Rania menerima lamaran pria itu dengan mudah bahkan mereka juga menikah hari ini" ucap Davin kesal,"Apa mereka menikah, "Ini tidak bisa dibiarkan,"Kita harus melakukan sesuatu" ucap Kania emosi, "Tenanglah, "Aku sudah punya rencana lain,"Kita buka kembali kasus, "Kematian Tasya dan Keisya" ucap Robert, "Kau yakin, "Aku takut kita akan kalah,"ucap Kania,"Ya aku yakin, "Karena mereka aku kehilangan Keisya dan calon bayiku" ucap Robert, "Baiklah, "Kami setuju yang terpenting adalah mereka harus berpisah" ucap Kania dan Davin, "Terima kasih dukungannya, "Pergilah, "Aku akan hubungi kalian jika aku butuh bantuan" ucap Robert tersenyum,Oke" ucap keduanya keluar dari rumah Robert,"Mila, "Aku sudah pernah memintamu meninggalkan Kevin,tapi ternyata," Kau Mengkhianatiku," "Sekarang, "Aku akan buat kalian berpisah dengan cara yang lebih menyedihkan" gumam Robert tersenyum. Tiba-tiba ponsel Robert berdering,"Bos,kami baru mendapat informasi bahwa Kevin akan berangkat ke Paris dua hari lagi," ucap Ryan, "Gagalkan keberangkatannya,"Bawa dia ke hadapanku" perintah Robert, "Siap laksanakan"  jawab Ryan.

Malam ini suasana di rumah Kevin benar-benar berbeda, Seluruh keluar berkumpul di meja makan"Selamat atas pernikahan kalian,"Dimas mungkin mama belum terlalu mengenalmu, tapi mama yakin "Kamu bisa menjaga Rania, "Sekali lagi terima kasih kamu sudah menyelamatkan nama baik keluarga ini" ucap Maya,"Ya, terima kasih atas kepercayaan mama, "Aku janji akan mencintai dan menyayanginya sampai maut memisahkan "ucap Dimas, "Mulai hari ini,"Adikku adalah "Tanggung jawabmu, "Aku mohon "Jangan kecewakan dia atau kau akan berhadapan denganku ucap Kevin, Tidak kak, Aku janji tidak akan pernah mengecewakan Rania jawab Dimas, sungguh-sungguh, "Sayang, "Bisakah malam ini kalian tinggal di sini "ucap Maya dengan mata berkaca-kaca,"Ya ma,"Rania boleh tinggal di sini, "Sampai dia siap tinggal di rumah barunya" ucap Dimas, Makasih  atas pengertianmu" jawab Rania tersenyum,"Sama-sama sayang" ucap Dimas,"Oh ya,"Dua hari lagi, "Aku akan pergi ke Paris untuk urusan pekerjaan, "Aku harap kamu mau menggantikan tugasku menjaga Keluarga ini "ucap Kevin pada Dimas, "Sayang,"Kau ini terlalu berlebihan," Bukankah,"Kau hanya pergi selama 2 minggu, setelah itu kau akan kembali pada kami" ucap Mila,"Ya aku tahu tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selama 2 minggu ke depan" jawab Kevin, "Mendengar ucapan Kevin,Mila segera memeluk suaminya dengan erat, "Jangan katakan itu lagi, atau "Aku tidak akan pernah mengijinkanmu pergi, "Kau pasti baik-baik saja,"Ingat kami menunggumu" ucap Mila sambil mengusap perutnya,"Ya sayang, "Maafkan aku, "Jujur aku juga berat meninggalkanmu tapi mau bagaimana lagi, "Pekerjaan ini tak bisa di tunda" ucap Kevin membalas pelukan Mila dan menciumnya, "Sudah,"Ayo lanjutkan makanannya,"ucap Kevin, "Gak mau, jawab Mila bergegas ke kamarnya, "Semuanya, aku permisi" ucap Kevin bergegas mengejar istrinya.

"Hai sayang,"Ada apa denganmu," tanya Kevin, "Tidak papa, "Aku hanya merindukanmu" jawab Mila, "Jangan lupa kunci pintunya,"Malam ini anak kita sangat ingin bertemu denganmu" ucap Mila menggoda suaminya, "Tunggu, kau yakin meminta itu dariku "tanya Kevin tak percaya, "Kenapa gak mau,"Oke gak papa tapi "Kamu tidur di luar" ucap Mila, "Sayang, jangan salah paham, "Aku hanya terkejut mendengarnya" ucap Kevin memeluk Mila dari belakang,"Gak usah peluk-peluk, "Aku ngantuk "ucap Mila melepas pelukan suaminya dan naik ke ranjang, "Sayang, jangan marah dong,"Ayo kita lakukan, "Aku juga merindukan kalian "ucap Kevin berusaha membujuk istrinya, "Gak mau, "Aku capek 'jawab Mila,'Sayang, yakin gak mau dua hari lagi, Aku pergi lho" ucap Kevin, mendengar ucapan suaminya,Mila segera berbalik dan menyerang suaminya dengan ciuman, "Sayang,sabar, Aku tidak akan lari" ucap Kevin setelah Mila melepas ciumannya, "Sayang, bisakah aku ikut denganmu" tanya Mila lirih,"Sayang,usia kandunganmu masih muda, "Aku belum berani mengajakmu pergi," jawab Kevin, "Kamu jahat, "Turun aku gak mau melakukannya" ucap Mila sambil memanyunkan bibirnya,  Kevin  mencium bibir istrinya, "Aku tahu "Kau pasti  merindukanku nanti, "Nikmatilah sayang,"bisik Kevin, Aku Mencintaimu ucap Kevin,"Sayang Daddy datang" ucap Kevin mengarahkan juniornya pada rahim Mila, "Sehat-sehat ya sayang,"I love you "ucap Kevin, "Daddy,I love you too " jawab Mila sambil memainkan rambut suaminya.  

Benci dan CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang