Part 45

797 57 6
                                        

"Ya, "Aku tahu, dan aku merasa beruntung memiliki kalian dalam hidupku" jawab Kevin tersenyum,"Hai, "Apa-apaan kau ini,tadi bilang kalau wanita itu cerewet, "Sekarang kau bilang kau beruntung memiliki kami,"Mana yang benar" tanya Mila, "Yang benar adalah, "Aku lelaki beruntung karena aku di kelilingi tiga wanita hebat, "Aku mencintaimu" jawab Kevin tersenyum,"Oke, tapi  jangan lupa,kau juga punya tanggung jawab besar untuk menjaga kami  semua, "Segera habiskan makananmu, "Aku ngantuk" ucap Mila dengan wajah memelas, "Baiklah, tunggu sebentar, "ucap Kevin meletakkan nasinya di meja, lalu menggendong Mila ke ranjang, "Tidurlah, nanti aku akan menemanimu" ucap Kevin mencium kening Mila,"Ya,jawab Mila,"Inikah cinta sejatiku, "Semoga ini bukan mimpi," gumam Mila dalam hati lalu memejamkan matanya.
Beberapa saat kemudian, Kevin selesai makan,ia berjalan menghampiri Mila dan berbaring di sampingnya,Mila sedikit terkejut dan membuka matanya,"Sttt, "Tidurlah,ini aku" ucap Kevin sambil mengusap rambut Mila perlahan,"Mas tapi" ucap Mila gugup, "Sayang, "Jangan katakan apapun ayo tidur, "Aku juga lelah" ucap Kevin tersenyum dan memeluk Mila,"Mila, "Mungkin,"Kau bukan wanita pertama di hatiku,tapi "Kaulah segalanya untukku " gumam Kevin dalam hati lalu kembali terlelap.

Keesokkan harinya
"Permisi,"Maaf saya ingin memeriksa pasien "ucap dokter membangunkan Kevin,"Ehm,iya dokter maaf" ucap Kevin turun dan bergegas keluar ruangan Mila, setelah Kevin keluar,Mila membuka matanya,ia terkejut melihat dokter di depannya, "Tenanglah, Aku hanya ingin memeriksamu, "Suamimu sedang keluar, "ucap dokter sambil tersenyum, "Semuanya bagus, "Anda bisa pulang hari ini" lanjut dokter itu, "Syukurlah terima kasih dok" jawab Mila tersenyum, "Suami, "ucap Mila tersenyum geli,saat mengingat ucapan dokter tadi,"Hai, tampaknya kau terlihat bahagia, "Katakan padaku ada apa" tanya Kevin yang tiba-tiba muncul di hadapan Mila, "Astaga,"Kau membuatku terkejut" jawab Mila tersenyum,"Hai, maaf  sayang,tapi ku rasa itu  bukan jawaban dari pertanyaanku,"ucap Kevin sedikit kesal,"Oke maaf memangnya apa pertanyaanmu tadi" tanya Mila, "Apakah dokter itu bermain sirkus di hadapanmu, sehingga ,"Kau bisa tersenyum manis di pagi ini" ucap Kevin, "Tidak,"Apa kau lupa tugas  seorang dokter" tanya Mila lagi, "Tentu tidak, "Ayolah jangan berbelit-belit cepat katakan ada apa" tanya Kevin kesal, "Dasar Kepo,"Oke  akan ku beri tahu, "Aku boleh pulang hari ini" jawab Mila tersenyum,"Oh itu, "Aku sudah menduganya, "Mandilah ini pakaianmu" ucap Kevin sambil menyerahkan sebuah tas pada Mila,"Oke makasih" ucap Mila lalu bergegas ke kamar mandi, "Hati-hati, Mungkin saja lukamu belum kering,"ucap Mila,"Oke" jawab Mila.

Tiba-tiba ponsel Kevin berdering,"Ya ma, "Bagaimana keadaan Mila, "tanya Maya, "Sudah jauh lebih baik, bahkan dia akan pulang hari ini" jawab Kevin, "Syukurlah,cepat pulang ya, "Mama sudah buatkan masakan spesial untuk kalian" ucap Maya,"Ya ma,tapi "Kami akan pulang terlambat,"Kami ada urusan sebentar" jawab Kevin,"Ada apa, "Jangan berbuat yang tidak-tidak, ucap Maya panik, "Tidak ma, "Percayalah,"ucap Kevin lalu mematikan teleponnya,"Ayo mas,"Kita pulang "ucap keluar dari kamar mandi, "Wow,kau cantik sekali sayang,"ucap Kevin tersenyum lalu mencium bibir Mila sekilas,"Ehm" desah Mila, "Jangan mendesah sayang, Atau aku akan mengajakmu ke kamar mandi" ucap Kevin sambil mengusap bibir Mila, "Aku Mandi sebentar" lanjut Kevin tersenyum,"Apa yang aku lakukan, bagaimana jika mas Kevin benar-benar melakukannya" gumam Mila kesal, "Tidak masalah sayang, aku senang kau mulai terbiasa dengan sentuhanku," bisik Kevin memeluk Mila dari belakang,"Mas, jangan seperti ini, "Gimana kalau ada yang masuk " ucap Mila gugup, "Biarkan seperti ini sebentar" jawab Kevin sambil menciumi leher Mila,"Mas jangan,kita mau pergi ke makam mama" ucap Mila,"Ups "Maafkan aku" ucap Kevin melepas pelukannya lalu merapikan rambut Mila, "Maaf" ucap Kevin,"Ya" jawab Mila tersenyum tanpa berani menatap Kevin,"Ayo" ucap Kevin menggandeng tangan Mila keluar dari ruangannya, setelah mengurus administrasi, keduanya bergegas ke makam dengan taksi, "Maaf,"Mobilku dibawa Rania" ucap Kevin,"Ya, gak papa terima kasih sudah menemaniku" jawab Mila singkat,"Mila, kamu masih marah ya, "Maafkan aku" ucap Kevin dengan wajah memelas, "Jangan bahas itu lagi, "Aku baik-baik saja jawab Mila,"Maaf kita mau ke mana" tanya sang supir, "Pemakaman umum" jawab Mila.

15 menit kemudian, mereka tiba di pemakaman,Mila bergegas turun dan masuk ke area pemakaman, "Tunggu disini,"Kami hanya sebentar" ucap Kevin pada supirnya, "Baik mas" jawab supir,Kevin bergegas turun dan mengikuti Mila dari belakang,
"Ma, aku datang, maafkan aku, seandainya malam itu tidak terjadi pasti kau masih disini bersamaku," "Besok aku akan menikah, semoga ini yang terbaik, "Aku menyayangimu" ucap Mila mengusap nisan mamanya dan menciumnya, "Jangan sedih lagi, "Aku bersamamu "ucap Kevin memeluk Mila, "Jangan menyentuhku lagi, "Tinggalkan aku" ucap Mila bergegas pergi meninggalkan Kevin,"Hai,"Ada apa denganmu sayang "ucap Kevin berusaha mengejar Mila, "Sikapmu padaku,dua hari ini, membuatku semakin yakin bahwa,"Kau Tidak Pernah "MENCINTAIKU"Kau Hanya Ingin TUBUHKU" kan, tapi maaf aku tidak serendah itu, "Pergi dari hadapanku atau aku akan melapormu  ke polisi"ucap Mila emosi,"Mila kendalikan emosimu, "Aku Tidak Pernah bermaksud seperti itu, "Aku benar-benar mencintaimu, "Aku Mohon Maafkan aku"  ucap Kevin  sambil berlutut di hadapan Mila, "Lepaskan, "Aku tidak akan percaya lagi dengan ucapanmu,"Pak ayo jalan" ucap Mila berlalu meninggalkan Kevin, "Maafkan aku, "Mungkin ini yang terbaik untuk kita, Aku mencintaimu" gumam Mila menangis,"Hallo, "Malam ini juga aku  menemuimu" ucap Mila menghubungi seseorang, "Keputusan yang tepat, "Aku menunggumu" jawab orang tersebut
Flashback on
Saat Mila berjalan ke pusara mamanya tiba-tiba ada seseorang menghadangnya,"Hai Mila, "Aku tahu kau calon istrinya Kevin dan besok adalah hari pernikahan kalian "Tapi "Apa kau tega meninggalkan suamimu di malam pertama kalian," ucap orang tersebut,"Apa maksudmu "Siapa kau,"tanya Mila Aku Robert calon suaminya Keisya, "Aku datang untuk meminta pertanggung jawaban padamu," jawab Robert "Apa kau bersedia" tanya Robert melanjutkan ucapannya, "Tanggung jawab apa, "Aku tidak bersalah" tanya Mila,"Ya "Aku tahu tapi aku tidak ingin melihat Kevin,"Bahagia diatas Penderitaanku,"Aku baru menyadari bahwa Keisya hamil anakku setelah dia meninggal, "Aku ingin Kevin merasakan hal yang sama,"Kau harus pergi darinya, "Ini untukmu, "Kabari aku secepatnya" ucap Robert  sambil memberikan sebuah ponsel pada Mila.
Flashback off.

Benci dan CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang