36. Minta Maaf

12 3 0
                                        


Happy reading💕

   Setelah memikirkan beribu ribu kata dan cara untuk minta maaf akhirnya aku pasrah dan berniat menemui Levin soal kata-kata nanti dipikirkan belakangan yang paling penting niat didalam hati.

Selesai kelas aku meninggalkan Lira dan Abel dengan alasan ada urusan dengan pak doni dan mereka berdua percaya begitu saja. Aku berjalan menyusuri koridor menuju ke kelas Levin.

"Cari siapa yah?" Tanya cewek berkacamata padaku.

"Euhm kak liat Levin gak?" Kataku balik bertanya.

"Levin baru saja keluar dari kelas" jawabnya

"Oh makasih yah kak" aku berbalik pergi mencari Levin yang mungkin ada di kantin.

Aku menjelajahi seisi kantin namun nihil Levin sama sekali tak ada disana. Aku memutuskan ke perpustakaan karna biasanya lelaki itu akan membaca disana.

"Mba Levin kesini gak?" Tanyaku pada penjaga perpustakaan.

"Oh Mas Levin baru saja keluar dari sini Mba" katanya.

"Yaudah makasih yah Mba" aku berlenggang pergi dari tempat itu. Semua sudah ku datangi namun Levin sama sekali tidak ada hanya satu yang belum sempat aku datangi ruangan pak Doni barangkali dia ada disana.

Aku mengintip dari jendela luar jikalau Levin ada didalam sana. Mataku menelisik seluruh ruangan tapi Levin juga tidak ada. Aku mulai pasrah dan baru saja aku akan berbalik pintu ruangan terbuka.

"Sedang apa kamu disini?" Tanya Pak Doni tegas.

"Eh pak itu saya cari Levin bapak Liat dia gak?" Tanyaku balik.

"Untuk apa kamu cari dia?" Aku menelan ludah kasar.

"I..it..tu sa..ya mau be..la..jar iya mau belajar sama dia pak" kataku berbohong.

"Oh begitu"

"Iya pak bapak Liat gak?" Tanyaku lagi.

"Saya tidak tau" katanya dan berlalu dari hadapanku.

Aku mengerutu kesal aku pikir ia tau keberadaan Levin ternyata hanya kepo saja urusanku dengan Levin.

"Lev kamu kemana sih?" Aku menghentakkan kaki kesal karena sudah capek mengelilingi kampus lelaki itu tak ada.

Aku memutuskan kebelakang kampus tempat ternyaman dan sejuk untuk menenagkan diri yang sudah kacau dengan berbagai masalah yang silih berganti dalam hidupku. Aku duduk di tempat biasa jika aku kesini yaitu duduk selonjoran dibawah pohon rindang menikmati kesejukan angin yang menerpa kulitku. Pandanganku lurus kedepan melamun tak jelas sampai tiba-tiba suara deheman seseorang membuyarkan lamunanku.

"Suara siapa sih?" Aku mulai ketakutan dan berdiri dari dudukku bersiap akan lari jika benar itu suara hantu.

"Ehem" suara deheman itu makin jelas dan posisinya tepat dibelakangku.

"Hey siapa itu jangan bercanda aku takut" kataku yang memang sudah merinding ditempat.

Tap!

Tap!

Suara langkah kaki seperti akan mendekat ke arahku. Bulu kudukku berdiri aku ketakutan bukanmain sampai keringat bercucuran didahiku. Sampai satu tepukan pelan dibahaku membuatku nyaris berteriak histeris.

"Aaaaarggg hantu aaaarrgg hantu hantuuuu" teriakku.

"Alya" Aku menghentikkan teriakkan ku dan mencerna suara yang tak asing bagiku.

"Astaga Levin" Aku refleks memeluknya kala suara yang kudengar adalah suaranya.

"Alya kenapa?" Tanyanya khawatir

"Levin aku cariin kamu kemana-mana tapi kamu gak ada aku udah capek nyariin kamu aku cuma mau minta maaf Lev maafin aku karna aku selalu jahat sama kamu aku gak pernah baik sama kamu maafin aku Lev maaf" kataku masih dalam pelukannya.

"Alya lepasin dulu" Aku melepaskan pelukanku dan menunduk malu karna mungkin pipiku sudah memerah.

"Kamu nyariin aku cuma mau minta maaf?" Tanyanya dingin dan aku hanya mengangguk mengiyakan.

"Aku pikir karena kangen" Lanjutnya yang membuat aku terkejut bukanmain. Baru kali ini Levin yang terkenal sebagai manusia Es bicara se-alay ini? Dan nada bicaranya justru menggelikan siapapun yang mendengarnya.

"Lev kamu nggak apa-apa kan?"

"Kenapa?"

"Kok jadi Alay kayak gini"

"Siapa?"

"Kamu Levin yang tadi ngomong kek ABG labil" jawabku dan terkekeh

"Emang aku ngomong apaan?"

"Itu yang kangen kangen barusan"

"Salah?"

"Nggak sih tapi geli dengarnya"

"Oh" balasnya singkat.

"Lev kamu udah maafin aku kan?" Tanyaku meyakinkan.

"Hmm"

"Euhmm jangan cuekin aku lagi yah Lev aku janji aku akan bersikap baik sama kamu dan gak akan marah-marah lagi" aku tersenyum kearahnya yang juga dibalas senyum tipis olehnya.

"Iyaa" katanya lalu mengelus pucak kepalaku.

"Aduhh Lev jangan kayak gini dong kan aku jadi baper" batinku dalam hati.

"Kenapa?" Tanyanya yang menyadari aku jadi diam karena gugup.

"Gakpapa Lev" balasku.

"Kamu mau pulang? Atau masih mau ke caffe?" Tanya Levin

"Mau balik ke caffe Lev kenapa?"

"Aku antar" tawarnya.

"Euhm iya boleh"

Akhirnya kegelisahanku terselesaikan. Aku lega sudah minta Maaf pada Levin dan entah kenapa aku bahagia Levin kembali seperti dulu dan perlakuannya setelah ini pasti akan berubah semoga tidak akan alay seperti barusan.


Jangan lupa vote dan kommennya gaess💕 support author terus dengan memberikan vote dan kommen yang terbaik kalian🎉

Yang masih penasaran sama kelanjutan kisah cinta Alya yang entah dengan Siapa😂😂 stand by teruss karna aku akan selalu update karena bentar lagiiii selesai gaess yeeyy🎉🎉🤗😂😂

Segitu dulu yah gaes okee see you next part🎉

Fllw ig: lhalamamonto

SORRY!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang