17. ucapan terimakasih untuk Levin

19 7 0
                                        

HAPPYY READING😘

Maaf typo yang kadang author suka olahraga jari saking sakitnya😂



  Aku terus memikirkan perkataan Lira kemarin. Memang selama Levin berbuat baik padaku aku tidak pernah mengucapkan terimakasih itu karena cara Levin yang tidak ada lembut lembutnya sama sekali padaku.

Sekarang aku bingung harus mengucapkan terimakasih dengan cara bagaimana? Aku malu dan pasti aku akan grogi dihadapan Levin mengigat adegan kami yang dipergoki Lira  astagaa aku tidak tau harus berbuat apa.

Tiba tiba mamaku lewat melintas di ruang Tv.

"Ehh ma tunggu" mamaku berbalik dan menghadap ke arahku

"Kenapa Al?" Tanya mama

"Ehmm gimana yah ngomongnya"

"Ngomong apaan?" Mama pun ikut duduk disampingku

"Ehhm mau nanya hal kecil aja"

"Hal kecil tapi kok kayak susah ngomongnya Al"

"Ma apa mama pernah gak ngucapin makasih sama orang yang berbuat baik sama mama?" Tanyaku. Mama mengernyit heran

"Hmm pernah sih tapi lupa sama siapa" jawab mama

"Terus mama ada niat buat ngucapin makasih gak yah walaupun udah telat?" Tanyaku lagi

"Iyaa ada mama tetap ngucapin makasih dong gak enak kalo udah dibaikin tapi gak tau terimakasih"

"Terus mama ngucapin makasihnya gimana? Kan udah telat"

"Kalo gak salah waktu itu mama bikin makanan buat dia yah sebagai ucapan terimakasih aja"

Ide bagus! Aku punya cara untuk ucapin terimakasih buat Levin.

"Makasih yah maaa" kataku seraya memeluk mama

"Eh ada apa ini" mama kebingungan melihatku

"Gak papa mah yaudah aku ke kamar dulu" aku meninggaklkan mama di ruangan Tv

Aku ingin menelfon Lira siapa tau dia juga setuju jika aku membuatkan sesuatu untuk Levin sebagai tanda terimakasih padanya.

"Haloo Lira Liraa liraa" panggilku ketika telvon sudah tersambung

"Apaan sih Al biasa aja kali" kesal Lira dari seberang sana.

"Heheh iya iyaa cuma becanda kok"

"Ngapain nelvon aku? Kangen?"

"Idihhh kepedean banget. Aku itu cuma mau bilang sesuatu ke kamu"

"Bilang apaan? Kamu udah jadian sama Levin?" Aku memutar bola mata malas mendengar tebakan asal asalan Lira

"Hii sembarangan kamu. Bukan itu tau"

"Terus apaan?"

"Jadi gini aku selalu kepikiran kata kata kamu di caffe kemarin kalau aku gak tau terimakasih sama Levin nah jadi hari ini aku mau nemuin dia buat ngucapin makasih meskipun udah telat" jelasku.

"Haa itu bagus dong! Yaudah sana pergi temuin Levin dan bilang makasih sebanyak banyaknya sama dia"

"Okee siap doa'in aku yah biar lancar hehehe"

"Iyaa pasti"

  Ketika sambungan televon terputus aku segera keluar dari kamar menuju ke dapur.

Setelah sampai di dapur aku bingung sekarang mau buat apa? Masakan aku pas pasan rasanya dan kalau aku buat kue mana aku tau? Aku malu jika meminta tolong mama.

Aku melirik jam beker di atas kulkas dan jam masih menunjukkan pukul 11 itu berarti Levin masih dikampus dan sedang bersama dosen kesayangannya siapa lagi kalau bukan pak Doni.

Aku punya ide! Sebentar lagi jam makan siang aku buatkan saja nasi goreng untuk Levin.

Aku mengambil semua bahan bahan dikulkas dan mulai memasak karna cuma itu yang aku bisa.

🍒🍒🍒

   Aku memasuki area kampus dengan menenteng paperbag ditanganku. Aku berjalan menuju ke ruangan pak Doni

Sesampainya didepan ruangan pak Doni ku lihat pintunya terkunci. Bagaimana aku melihat ke dalam kalau Levin masih ada disana?

Aku berjingkit mengintip di Jendela yang lebih tinggi dariku tapi aku tidak melihat apa apa didalam sana.

Ceklek!

Pintu ruangan pak Doni terbuka. Aku menatap sosok yang keluar dari situ. Aku menganga!

"Alya!" Levin terkejut melihatku dibwah jendela

"Haa ehm iya" aku kebingungan mau bicara apa saat orang yang ku tunggu sudah tiba didepan mataku

"Ngapain kamu disitu?"

"Haa? Ehmm itu ehmm aku"  aku gugup dan jadi grogi aku jadi gagu sendiri.

"Yang jelas Alya" Levin tampak kesal karena aku.

"Ituu aku ada perlu sama kamu" kataku akhirnya.

Levin hanya mengangkat alisnya seakan bertanya lebih lanjut kenapa aku ingin menemuinya.

"Kita ke gazebo dekat kantin aja" tanpa menunggu Levin aku berjalan duluan dan Levin mengikutiku dari belakang.

"Langsung saja ada apa?" Levin tampak tak sabar.

"Sabar dong aku nafas dulu" kataku asal.

Levin mendengus malas.

"Ini buat kamu" aku menyodorkan paperbag yang kubawa tadi kehadapan Levin

Levin mengambilnya dan mengeluarkan isi didalam paperbag itu.

"Makanan? Buat apa?" Levin bertanya heran.

"Yah dimakanlah masa dibuang" jawabku cuek. Aku kesal!

"Bukan maksud aku dalam rangka apa?" Tanyanya membenarkan

"Aku cuma mau bilang terimakasih buat kamu karena udah baik sama aku kamu udah mau anterin aku pulang dan ngajarin aku ekonomi walaupun itu karena paksaan kamu aja. Dan aku bikin makan siang ini buat kamu sebagai ucapan terimakasih aja" Aku menunduk malu saat Levin menatapku dengan tatapannya yang sulit diartikan.

"Oh!" Aku langsung mendongkak. Aku sudah setulus mungkin mengucapkan terimakasih padanya dan jawabannya cuma Oh saja? Menyebalkan tingkat dewa memang si Manusia Es ini.

"Kamu gak ada niat buat makan masakan aku gitu? Kok cuma diliatin? Kayak gak enak yah? Makan dong" aku memperhatikannya yang hanya bengong melihat makanan yang ku berikan

"Ini kamu yang masak?" Tanyanya ragu. Aku mengangguk antusias sambil tersenyum.

Levin mulai membuka rantang makanannya dan ia mulai menyipi masakanku.

"Gimana? Enak gak?" Tanyaku was was. Takut jika masakanku asin atau kepedasan atau justru lebih parah lagi hambar.

"Lumayan!" Balasnya singkat.

Aku menatapnya kesal. Kenapa gak bilang enak aja? Setidaknya kan bisa buat aku senang. Aku terus memperhatikannya yang terus makan makanannku.

"Kenapa kamu?" Tanyanya yang mendapati aku terus menatapnya.

"Gak apa apa lanjut aja" aku tersenyum paksa dan Levin melanjutkan makannya.

Lagi lagi aku merasa ada hal aneh yang terjadi dengan hatiku saat bersama Levin tapi apa? Aku tak pernah merasa seperti ini jika bersama Alvin padahal dia orang yang aku cintai. Aku memang belum melupakan Levin sepenuhnya tapi aku sudah bisa melupakannya ketika aku bersama Levin hanya bersama manusia Es ini. Membingungkan!







Halo gaess akhirnya aku update lagi setelah sekian abad😂 semoga suka yah😘

Ada INFO sedikit gaes kalau namanya Mba manager Alya itu namanya Anna yang di part 2 bukan Tesa yah yang ada di part 16 Author cuma keliru aja biasalah jomblo super galau gaje😂😂😂

Okee deh Vote and komennya

Fllw ig: lhalamamonto

SORRY!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang