Happy Reading🎉
"Alyaa bangun kamu Alyaaa" Aku tak mengubris panggilan mama dari luar
"Alyaaa kamu mau bangun atau enggak hah?" Teriak Mama lagi sambil mengendor pintu kamarku
"Alyaa bangun jangan malas malasan kamu banguun" Akhirnya aku menyerah karena mama tidak akan pernah menyerah juga.
"Iyaa ma nih udah bangun" Aku bangun dari kasur lalu membukakan pintu kamarku.
" cepetan mandi sana lalu bantuin mama"
"Iyaa bentar" Aku mengunci kembali pintu kamarku dan bergegas ke kamar mandi.
Hari ini hari minggu aku tidak kerja dan juga tidak ke kampus jadinya begini aku harus membantu Mama mengerjakan pekerjaan rumah kalau biasanya aku akan keluar dengan Lira dan Abel maka tidak untuk hari ini.
"Bantuin mama masak dulu" Perintah sang ratu rumah yaitu mamaku.
"Bantuin apaan?"
"Cuci tu sayuran terus dipotong"
"Hmm"
Aku melakukan apa yang diperintahkan mama. Selesai itu aku membantu mama memasak sayuran yang sudah kubersihkan tadi.
"Udah ma" kataku seraya menghidangkan sayuran itu di atas meja makan.
"Kamu siram tanaman mama didepan gih takutnya nanti layu semua" Aku hanya mengangguk Lalu ke halaman depan untuk menyiram tanaman mama.
Sambil Menyiram aku bernyanyi ria dan sesekali menyapa tetangga yang berlalu lalang didepan rumahku. Saat sedang asik asiknya bernyanyi aku mendengar suara mesin mobil yang berhenti didepan gerbang rumahku. Karena penasaran aku mendekat melihat siapa yang datang pagi pagi begini.
Sosok yang keluar dari dalam mobil pun mengejutkanku. Kenapa dia bisa ada disini? Buat apa datang sepagi ini? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.
"Assalamualaikum" ujar Levin memberi salam
"Ehh wa..alaikum..salam" jawabku terbata bata karena gugup.
"Ngapain kesini?" Sambungku.
"Kenapa? Gak boleh?" Levin malah balik bertanya.
"Tapikan masih pagi begini kamu mau ngapain ha?" Tanyaku lagi.
"Ini buat kamu" Levin memberikan kantong kresek yang entah apa isinya itu padaku.
" ini apa?" Tanyaku seraya menerimanya.
"Itu bubur Ayam" jawabnya.
Tiba tiba Muncul dari mana mamaku datang menghampiri kami didepan gerbang.
"Ya ampun ni anak ada tamu kok nggak disuruh masuk"
"Nggak usah tante" Kata Levin seraya tersenyum.
"Udah nggak apa apa ayo masuk dulu ayoo nak" ajak Mama sambil menarik pelan tangan Levin.
Aku melihat Levin hanya pasrah saja dan mengikuti mama masuk kedalam. Akupun juga ikut masuk kedalam
"Duduk dulu Nak" kata mama mempersilahkan.
"Iya makasih tante" kata Levin ramah.
"Eh nama kamu siapa?" Aku menatap sebal ke arah mama yang tak dipedulikannya.
"Saya Levin tante"
"Ohh Levin teman kampusnya Alya?" Tanya Mama lagi. Aku hanya diam menyimak saja
"Lebih tepatnya saya kakak senior Alya di kampus" jelas Levin sambil menatapku.
Tiba tiba Ayah juga datang dan malah ikut duduk bersama kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
SORRY!
DiversosBerharap yang tak pernah bisa aku dapatkan adalah sakit yang sudah sering ku rasakan. Sejauh jauhnya aku melangkah hati ini selalu ingin kembali berlabuh pada sesuatu yang sudah pasti dan sangat mustahil ku raih Maaf! Kata yang ingin ku ucapkan saat...
