Hari ini aku harus kembali bekerja di caffe karena pengunjung caffe sangat ramai. Kalau bisa ku hitung sudah puluhan kali kakiku bolak balik mengantarkan pesanan orang orang dari meja ke meja untung saja aku tak ada penyakit asam urat.
Akhirnya pengunjung caffe pun satu per satu sudah mulai keluar kini tinggal beberapa orang saja dan sudah tak ramai seperti tadi. Aku segera membersihkan meja yang kotor dengan tumpahan makanan dan jus setelah itu aku beristirahat sejenak seraya memenjamkan mata.
" Alya Al Alyaaa" aku terkejut mendengar teriakan dari luar aku segera keluar dari ruangan istirahat para pelayan caffe untuk menemui siapa yang teriak teriakan namaku
" iyaa aku kesana" balasku juga sambil teriak. Disana ternyata Lira sahabatku, kakak iparnya adalah manager caffe tempatku bekerja makannya dia dengan sesuka hati masuk sambil berteriak memanggilku.
" kenapa?" Tanyaku dan langsung mengambil tempat duduk begitupun dengan Lira
" biasa aja dong akukan cuma mau mampir" jawabnya tercengir ke arahku, aku hanya memutar bola mataku malas
" Abel mana? Kok gak sama kamu?" Tanyaku ketika menyadari Abel tidak bersama Lira biasanya mereka berdua selalu bersama jika ingin mengunjungiku di caffe
" Ohh Abel tadi katanya dia ada kelas lagi jadi aku kesini aja sendiri" jelas Lira padaku
Ketika aku menatap keluar caffe aku melihat dua orang pasangan yang sedang berboncengan di atas motor gadis itu tampak melingkarkan tangannya di pinggang sang cowok keduanya terlihat sedang bercanda dan nampak sangat bahagia. Aku tersenyum mengigat saat Alvin mengantarku pulang namun suasananya tak seperti pasangan itu!
" woy Alya, kamu kenapa?" Tanya Lira yang ternyata melihatku tiba tiba tersenyum
" hah? Ngak apa apa cuma kepikiran kemarin aja" jawabku masih tersenyum
" emangnya kemarin kenapa?" Buakn Lira namanya kalau tidak bisa berhenti bertanya sampai akarnya sekalipun.
" kemarin Alvin anterin aku pulang" namun reaksi Lira dia hanya mengernyitkan dahinya. Aku hanya terus tersenyum senang
" terus kenapa? Kan cuma di anterin doang" aku menatapnya kesal, Lira tidak tau saja karena hal kecil itu sudah buatku bahagia.
" Lira saat orang yang kita suka lakuin hal kecil untuk kita sekecil apapun itu kita gak bisa munafik kalau kita bahagia saat itu"
" tapi Al, kamu juga harus lebih tau itu hanya bahagia sesaat karena kamu sendiri juga tau Alvin baik kepada semua orang, sudahlah Al jangan terlalu banyak berharap pada dia aku khawatir sama kamu Al" aku melihat raut tulus dan khawatir dari wajah Lira namun aku kembali tersenyum agar Lira bisa tenang kalau aku baik baik saja.
" Gak usah berfikir kayak gitu Lir aku gakpapa kok aku yakin aku pasti baik baik saja aku juga tau kapan aku harus mundur saat aku akan sadar perjuanganku tak pernah dihargai sedikitpun" kataku berusaha meyakinkan Lira bahwa aku baik baik saja meski aku tidak yakin apakah bisa aku berkata baik baik saja.
" Alya kita boleh suka sama siapa saja tapi harus kamu tau Al jangan berlebihan menaruh hati karena rasa sakit lebih besar karena terlalu banyak berharap pada sesuatu yang belum mungkin kamu dapatkan. Alya jangan sampai rasa suka kamu yang terlalu besar akan semakin membuatmu terpuruk" benar juga apa yang dikatakan Lira namun aku tidak akan mundur sebelum waktunya tiba.
" Aku sudah bilang kan Lir aku akan mundur saat waktunya dan biarkan aku tetap mencintai Alvin resiko apapun yang aku terima biarlah itu menjadi urusanku karena melupakan cinta yang sudah lama ada di hatiku tidak semudah apa yang orang lain katakan" kataku meski ada sedikit rasa khawatir dengan semua perkataan Lira barusan tapi jujur saja aku tidak akan dengan mudahnya melupakannya begitu saja.
" Maaf Al kalau aku terlalu berlebihan tapi apapun itu aku harap kamu akan selalu bahagia" ujar Lira dan kembali tersenyum kepadaku
" Yaudah ah aku kembali kerja lagi nanti mba' ana marah lagi" pamitku sambil terkekeh mengigat kakak ipar Lira yang suka sekali mengoceh kepada para karyawannya tapi sebenarnya dia orang yang sangat baik hati.
" yaudah deh aku juga mau pulang bentar lagi udah mau malam, aku duluan yah Alya sayang byee" Lira pun melangkahkan kakinya keluar caffe begitupun aku yang kembali bekerja karena jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
Jam sudah menunjukkan pukul 9:30 dan aku sudah selesai bekerja saatnya kembali ke rumah karena esok aku harus masuk kuliah pagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
SORRY!
DiversosBerharap yang tak pernah bisa aku dapatkan adalah sakit yang sudah sering ku rasakan. Sejauh jauhnya aku melangkah hati ini selalu ingin kembali berlabuh pada sesuatu yang sudah pasti dan sangat mustahil ku raih Maaf! Kata yang ingin ku ucapkan saat...
