Happy Reading🤗
Setelah kejadian kemarin Aku menjadi depresi sendiri bahkan aku tak bisa memaafkan diriku sendiri berkali kali aku menghubungi Levin namun handphonenya tidak aktif aku juga mengirim pesan namun tak ada satupun pesanku yang dibalasnya.
"Lev kamu dimana sih?" Aku mulai gelisah dan khawatir apa sebenci itukah ia padaku? Sampai menghilang seperti ini?.
"Al kamu kenapa kayak cemas begitu?" Tanya mama tiba tiba ia sudah masuk kedalam kamarku.
"Nggak apa-apa ma" kataku berbohong tak mungkin aku menceritakan kejadian kemarin kepada mama.
"Apa ada masalah dikampus?"
"Gak ada Ma yaudah Alya ke caffe dulu" aku langsung menarik tas ku di atas kasur dan keluar dari dalam kamar untuk menghindari pertanyaan mama selanjutnya yang kuyakini tak akan ada habisnya.
Sesampainya di caffe aku langsung mengenakkan celemek pelayan dan memulai pekerjaanku dengan tenang dan melupakan sejenak masalahku.
"Al sini" Rena melambaikan tangannya mengintruksiku agar mendekat.
"Kenapa?" Tanyaku.
"Ini tadi ada yang nitip ini ke kasir katanya dikasih ke kamu" Rena menyerahkan sebuah kotak berwarna merah padaku aku mengernyit heran masih pagi sudah ada yang memberikanku hadiah ulantahunku saja masih lama.
"Ini dari siapa?"
"Gak tau coba cek aja siapa tau ada nama pengirimnya didalam" saran Rena.
"Yaudah makasih yah ren aku balik kerja dulu" Aku memasukkan kotak itu kedalam tas kerjaku dan kembali melayani pelanggan.
Selesai jam kerja Aku bergegas ke kampus untuk mengisi mata kuliah pak Doni. Pikiranku benar benar kacau namun kewajibanku sebagai mahasiswa mengharuskan aku untuk selalu berkutat dengan pikiran dan tenaga semua melelahkan tapi beginilah aku yang selalu gemar memaksakan diri.
"Al gimana kabar Levin?" Tanya Lira saat aku baru saja sampai dikelas.
"Aku juga gak tau Lir dia menghindar dari aku" kataku Lirih.
"Kayaknya dia sangat kecewa sama kamu Al" sambung Abel.
"Sepertinya begitu" balasku
"Lelaki mana sih yang rela melihat wanita yang ia cintai juga sedang mencintai lelaki lain" ujar Lira aku menarik nafas pasrah benar juga dan tidak akan ada yang pernah rela jika wanita yang mereka cintai membagi cintanya untuk orang lain.
"Sudahlah semua sudah terjadi tidak ada guna lagi aku menyesal Levin sudah membenciku"
"Kalau jodoh sejauh apapun Levin menghindar ia akan tetap kembali sama kamu" kata Abel menenagkan aku.
"Makasih kalian berdua selalu ada buat aku" aku memaksakan tersenyum meski sakit yang kurasakan agar mereka tak selalu mencemaskan keadaanku mereka terlalu baik bagiku yang hanya bisa merepotkan saja.
"Al ayo ke kantin" ajak Abel.
"Maaf aku gak bisa ada sedikit urusan gakpapa kan?" Kataku menolak aku sudah memutuskan untuk kerumah Levin mencarinya siapa tau ia ada disana.
"Yaudah deh hati-hati dijalan" aku mengangguk seraya melambai ke arah mereka.
Aku naik taksi kerumah Levin dan tak lama kemudian taksi itu sudah berhenti didepan alamat yang kuberikan. Dengan segenap keberanian aku melangkah masuk kedalam perkarangan rumahnya.
Tok! Tok! Tok!
Ceklek! Aku menatap tante salma ternyata yang membukakan pintu ia sama terkejutnya denganku.
"Alya ayo masuk dulu" aku mengikuti tante salma masuk kedalam.
"Maaf tante menganggu apa Levin ada?" Tanyaku to the point.
"Memang Levin tidak kasih tau kamu dia hari ini sudah berangkat ke Jerman" Aku tersentak kaget jadi Levin pergi sejauh itu hanya untuk menghindariku? Hancur satu kata yang menggambarkan keadaanku sekarang tak ada lagi harapan aku bersamanya ia sudah pergi jauh.
"Oh gitu yah tante Alya permisi dulu" Aku beranjak dari tempat duduk. Aku keluar dari rumah Levin dengan gontai aku tak bisa menahan tangisku aku sudah menyakitinya dan sekarang ia sudah pergi padahal aku berharap semua akan kembali baik baik saja.
Aku memutuskan ke danau tempat dimana ada kenanganku bersama Levin juga. Aku menagis sejadi jadinya dibawah pohon aku teringat saat pertama kali aku pingsan dan ia menolongku juga membelikan aku makanan, saat dimana aku dipergokinya sedang menagis lalu ia yang menenangkanku sampai ia yang menyelamatkan nyawaku hari itu.
Kemarin di kantor itu mungkin adalah hari terakhir aku bersamanya hari dimana kebahagiaanku yang terakhir kalinya dan untuk terakhir kalinya aku dibuat kesal Oleh lelaki yang sering kusebut si Manusia Es itu.
"Lev aku mohon kembali aku butuh kamu hiks...hikss.. aku minta maaf Lev hiks.. aku akan melupakan Alvin demi kamu aku tidak akan mencintainya lagi aku janji aku hanya akan mencintai kamu aku akan menghapus perasaan ini asal aku tidak akan kehilangan kamu lagi hiks..hiks.. hikss" lirihku seraya terisak
Berat rasanya saat kita baru menyadari betapa kita mencintai seseorang setelah dia pergi dan aku baru merasakannya sekarang aku sadar aku tak bisa terus memaksakan hati mencintai orang yang tak akan pernah bisa mencintaiku hati sudah berkata lelah dan tak sanggup lagi untukku paksakan.
Holaaa gaess🤗 karena mencapai target aku jadi rajin update bentar lagi tamat yeayyyyy🎉🎉🎉😅 ikutin terus kelanjutan kisah cinta Alya dan ambil positifnya intinya gaes jangan terlalu berharap pada sesuatu yang belum pasti🤗
Okee see you next part😘
Fllw ig: lhalamamonto
KAMU SEDANG MEMBACA
SORRY!
RandomBerharap yang tak pernah bisa aku dapatkan adalah sakit yang sudah sering ku rasakan. Sejauh jauhnya aku melangkah hati ini selalu ingin kembali berlabuh pada sesuatu yang sudah pasti dan sangat mustahil ku raih Maaf! Kata yang ingin ku ucapkan saat...
