Happy reading💛
Tak ada kata cukup untuk aku tetap berusaha melupakan Alvin meskipun seringkali gagal tak masalah nanti juga perasaaan ini akan bosan dengan sendirinya.
"Woy Al?" Aku tersentak saat tepukan keras dibahuku
"Astagaa bel" Abel hanya terkekeh melihatku yang terkejut.
"Masih pagi aja udah ngelamun sih" ujar Lira yang ikut duduk disampingku
Kelas kami baru saja akan dimulai dan mungkin 10 menit lagi dosen killer atau pak Doni itu akan masuk mengajar.
"Pikirin apaan sih Al?" Tanya Abel
"Gak ada" jawabku acuh
"Mikirin cowok yah Al?" Tebak Lira
"Apaan sih gak ada kerjaan banget juga" balasku kesal
"Atauu mikirin Levin yaa ciee" aku menatap horor ke arah Abel.
"Lebih gak guna banget mikirin tu Manusia Es" jawabku judes
"Jangan gitu kamu Al kan Levin juga yang nyelamatin nyawa kamu" bela Lira
"Iyaa tau tuh Alya" sambung Abel
"Terserah"
Tak lama kemudian pak Doni masuk dengan buku buku tebalnya dan jangan lupa tatapan menusuknya itu yang membuat ku menciut.
"Kumpulkan tugas kalian" perintahnya tegas.
Aku segera mengobrak abrik isi tasku mencari buku tugas itu. Lalu mengantarnya kedepan.
"Eh Al kamu ngerjain juga?" Ledek Lira seraya terkekeh
"Yaiyalah siapa juga mau dihukum" balasku terkikik.
"Padahal tugas itu agak sulit deh kamu kan biasanya ngeluh" ledek Abel juga.
"Udah gak aku udah pintar dikit doang sih" Lira dan Abel memutar bola mata malas aku hanya terkikik geli.
Selesai pelajaran yang sangat membosankan ini kami bertiga Aku Lira dan Abel bergegas ke kantin untuk makan.
"Aku yang pesanin aja" tawarku pada mereka berdua
"Aku es teh sama bakso aja" kata Abel
"Aku jus alpukat sama nasi goreng deh" sambung Lira
"Yaudah tunggu yah" aku berlalu ke stand penjual makanan untuk memesan makanan kami.
Karena kebanyakan makanan dinampan aku sampai kesusahan membawanya. Di caffe biasanya aku hanya membawa satu atau dua cup minuman tapi tidak untuk makanan sebanyak ini.
"Alya aduh sini aku bantuin" aku terkejut melihat Salsa yang tiba tiba datang seraya mengambil alih.
"Eh Sal aduh gakpapa" ujarku tak enak
"Udah gak apa-apa" balasnya acuh
"Makasih yah" Salsa hanya mengangguk lalu tersenyum.
"Sekali lagi makasih yah Sal" kataku lagi.
"Iya sama sama" balas Salsa lembut.
"Eh Sal gak gabung bareng kita aja?" Tawar Lira
"Aduh maaf yah semua aku buru-buru lain kali aja" Kata Salsa menolak
"Yaudah deh Sal" balas Lira kemudian.
"Aku duluan yah bye" Salsapun melangkah pergi dari hadapan kami.
Kami mulai menyantap makanan kami dengan lahap.
"Eh Al kamu dipanggil pak Doni keruangannya" Aku beralih menatap Amel si ketua kelas kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
SORRY!
De TodoBerharap yang tak pernah bisa aku dapatkan adalah sakit yang sudah sering ku rasakan. Sejauh jauhnya aku melangkah hati ini selalu ingin kembali berlabuh pada sesuatu yang sudah pasti dan sangat mustahil ku raih Maaf! Kata yang ingin ku ucapkan saat...
