Happy reading😘
Jangan lupa votenya yah gaes😅 ingat menyenangkan author adalah pahala lho😂
Hari ini selesai mata kuliah Aku dan Lira mampir ke toko buku untuk mencari Novel keluaran terbaru yang baru dirilis tahun ini. Abel dia lagi sakit kata Lira jadi tidak bisa ikut bersama kami bahkan tadi dikampus wajahnya pucat pasi.
"Al aku mau novel romance kira kira yang mana yang bagus?" Tanyanya seraya mengangkat 2 buah Novel ditangannya.
"Ini aja kayaknya bagus deh" kataku sambil mengambil Novel berwarna merah.
"Nggak ah itu ada itunya" balasnya setengah berbisik. Aku mengernyit heran
"Itu apanya?"
"Adegan 21++" aku tak kuasa menahan tawa mendengar Lira ia seperti anak SMP yang ketakutan membaca buku yang beradegan dewasa padahal ia sudah 22 tahun.
"Eh Lir semua novel romance ada 21++ nya kali kalo gak mau sana beli Novel komedi aja" ledekku ia mencebik kesal.
Aku melihat Lira mengembalikan Novel novel itu ketempatnya dan menelusuri genre genre Novel lainnya aku terkikik geli melihatnya kalau saja ada Abel pasti ia akan meledek habis habisan Si Lira yang sok polos ini.
"Udah selesai ayo ke kasir" ajakku ketika aku sudah mendapatkan satu Novel yang seru.
Selesai membayar ke kasir aku dan Lira menuju ke rumah makan dekat toko buku untuk mengisi perut selagi menunggu pesanan kami aku dan Lira berbincang bincang aku yang mendengarkan Lira yang curhat tentang fahmi dan hubungan mereka yang semakin harmonis.
Aku terkadang iri melihat Lira atau Abel yang pandai menjalin sebuah hubungan meskipun diterpa badai tak pernah membuat hubungan mereka kandas begitu saja itulah mereka kedewasaan mereka yang membuatku nyaman bercerita tentang kehidupanku pada mereka.
"Silahkan Mba" pelayan itu menyajikan makanan yang kami pesan di atas meja.
"Makan dulu Al nanti sambung cerita lagi" aku dan Lira menyantap makanan kami dengan tenang.
"Baru jam 4 kita jalan jalan lagi yuk" kata Lira
"Iya boleh"
Saat ini aku dan Lira berada di danau menikmati sejuknya angin sore semilir angin menerbangkan anak rambutku yang sengaja aku gerai. Aku jadi menyukai tempat ini sejak pertama kali Alvin mengajakku bukan karena tempat ini tapi ada banyak kenangan yang tersimpan disini.
"Bagaimana hubungan kamu dan Levin?" Pertanyaan Lira membuyarkan lamunan ku.
"Aku tak tau Lir"
"Tapi kamu mencintai dia kan?" Aku mengangguk Lirih.
"Semua akan baik baik saja Al jangan takut memulai yang baru kamu tidak akan lagi kembali ke masa itu" lanjutnya lagi.
"Lir apa aku ini egois? Aku belum bisa melupakan Alvin aku tak bisa melupakan perasaan padanya aku sadar aku tidak pernah diinginkan dalam hidupnya tapi cinta ini bagaimana aku bisa menghapusnya? Aku masih berharap padanya Lir kehadiran Levin masih belum bisa membuatku melupakanAlvin dan aku juga mencintai Levin jadi sekarang siapa yang harus aku jauhi" Aku menunduk
"Alya jadi semua ini?"
Deg! Aku mendongkak menghadap ke belakang begitupun Lira ia sama terkejut denganku. Apa yang aku takutkan terjadi dia berada disini dan mendengarkan semuanya yah Levin datang tiba tiba dan aku tak bisa mengelak lagi dia sudah mengetahui semua yang kusembunyikan darinya semua hancur saat ini juga kebahagiaanku lenyap bersama semua kenyataan yang terungkap ini terlalu cepat aku tak bisa menghindari sang waktu.
"Levin kamu?" Lira menatapku takut.
"Levin tunggu aku bisa jelasin semuanya Lev Leviiiinn" aku berlari kecil mengejar Levin.
"Tidak semua sudah cukup jelas" aku melihat guratan kekecewaan dari raut wajahnya.
"Tidak Lev ini bukan seperti apa yang kamu dengar" aku berusaha meyakinkan Levin bahwa semua yang aku ucapkan masih bisa kuperbaiki lagi.
"Terus yang aku dengar seperti apa?"
"Levin itu semua bisa saja aku lupakan semua bisa berubah kamu jangan salah paham dulu Lev"
"Salah paham? Apanya yang menjadi salah paham disini?" Aku terdiam tak tau harus berkata apa lagi jelas jelas yang kukatakan sudah didengar semua olehnya sekarang aku hanya bisa pasrah tuhan sudah membuka kenyataan yang belum siap kukatakan pada lelaki ini.
"Levin maafkan aku" lirihku.
"Aku akan memaafkan kamu jika kamu bisa melupakan Alvin dan kehadiran aku belum bisa juga melupakan perasaan kamu pada laki laki itu maka kepergianku mungkin akan membuat kamu melupakannya" sehabis berkata begitu Levin beranjak pergi.
Air mataku luruh begitu saja ini lebih sakit dari apa yang aku rasakan. Yang aku takutkan sudah terjadi dan inilah akhirnya Levin menjauhiku dia sangat kecewa padaku mengetahui semuanya haruskah aku kembali mengejar Alvin? Aku masih mencintai Lelaki itu dan Levin juga namun aku tak bisa adil siapa yang harus aku perjuangkan dan yang harus aku jauhi.
"Sudahlah Al jangan menagis kalau ada yang harus disalahkan itu diri kamu sendiri aku juga kecewa dengan sikap kamu seperti ini kamu yang egois dan plin plan jadi percuma kamu menagis Levin sudah sangat kecewa" kata Lira dengan raut sedih
Aku semakin terisak benar yang dikatakan Lira aku yang harus dipersalahkan disini aku egois aku tak bisa memilih satu diantaranya dan malah menaruh hati pada keduanya. Levin pasti berfikir aku menjadikan dia tempat pelarian karena tak berhasil mendapatkan cinta Alvin.
Sudahlah Alya tak ada gunanya menagis air matamu tak akan membuat Levin kembali dia sudah pergi meninggalkan wanita egois sepertimu.
Huaaaa gaess Alya ketahuan😂😂 gimana nasib Alya setelah ini yah? Yaudah daripada penasaran next part let's gooo
Eh jangan lupa tinggalkan jejak🐾 heheh see you
Fllw ig: lhalamamonto
KAMU SEDANG MEMBACA
SORRY!
DiversosBerharap yang tak pernah bisa aku dapatkan adalah sakit yang sudah sering ku rasakan. Sejauh jauhnya aku melangkah hati ini selalu ingin kembali berlabuh pada sesuatu yang sudah pasti dan sangat mustahil ku raih Maaf! Kata yang ingin ku ucapkan saat...
