18++ (Revisi)
Jangan berekspektasi lebih.
27 September 2019 - 23 September 2020(tanggal tamat)
Naskah ini saya repost untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh Penerbit @Grass_Media
Fixed (adjectiva) : tetap, menetap.
Kehidupan teratur yang di...
Selamat hujan... Ini si jakun yang ngga bisa tidur karena ngga meluk Galvin
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Oh jadi ini piano yang ada di balkon?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pak Arjun ini aku banget saat kalian bilangnya dia jangan Sama Galvin tp pas kemarin aku spoiler maksimal kayak ngga rela. Trus aku kudu piye gaissss.. Padhal cerita ini belum ada separuh. Masih ⅓ aja. Jadi... Yaaa masih panjang menuju ending. 💐💐💐
Lasagna and Flashback
Sisa gelap itu berlanjut di dapur karena tanpa tedeng aling-aling, perut Galvin berbunyi keras, menandakan butuh penanganan segera. Arjun terkekeh mendengarnya, dan mengajak Galvin ke dapur untuk ia masakkan sesuatu.
Setelah menghangatkan lasagna, pria itu menghidangkannya di depan Galvin.
“Segala bilang udah kenyang.”
“Ya emang aku tadi udah kenyang, Arjun.
Arjun mengulas senyum tipis. Mengambil duduk di sebelah Galvin, ia menatap wanita itu lekat-lekat. Galvin begitu lahap menikmati masakan khas Italia itu, membawa ingatan Arjun pada...
“Kamu inget nggak, terakhir kamu makan lasagna di dapur ini dan aku duduk di samping kamu kayak gini pas kapan?” tanya Arjun, ia menopang dagunya dengan kedua tangannya, menatap Galvin yang menoleh padanya.