CALANTHA -13-

936 64 47
                                        

"maksud lo apa"

Saat ini Alex sedang duduk berhadapan dengan Caca di sebuah Cafe milik Starleth Brynn. Caca hanya menundukkan kepalanya tanpa berusaha menjawab pertanyaan Alex.

"maksud lo ngelakuin itu apa Calantha?" meskipun Alex bertanya sedikit lebih lembut Caca tetap tidak berani menjawab pertanyaan Alex. Aura yang dikeluarkan pria itu benar benar berbeda. Kali ini auranya berlipat kali lebih menekan dari pada biasanya. Bahkan sangking takutnya tenggorokan Caca tercekat setiap ingin mengeluarkan kata kata.

"maaf," itu adalah satu kata yang bisa Caca keluarkan dengan susah payah. Ia tidak ingin memberi tahu Alex bahwa ia ingin membuat Gio cemburu.

"shut, oke fine, for your information, pacar lo cemburu." sialnya, tanpa harus diberi tahu Alex bisa menebak alasan Caca. "gue ga mau ada diantara lo sama pacar sialan lo. Kalo mau bikin dia cemburu jangan pernah bawa bawa nama gue."

Caca menghembuskan nafasnya kasar mendengar penuturan Alex. Jika tidak menggunakan Alex lalu Caca harus bagaimana?

"lele-" menyadari tatapan membunuh Alex tertuju padanya Caca dengan segera mengoreksi ucapannya sendiri "I mean Alex, sorry, Caca, agak childish-"

"banget." ucap Alex mengoreksi ucapan Caca.

"fine. Maaf Caca childish banget. Maaf juga gara gara Caca, Alex berantem sama Gio, maaf Caca-" Caca berhenti berbicara ketika ia melihat  Tania dan Clarissa melangkahkan kaki mendekati mejanya dan Alex.

Alex yang awalnya menatap bingung ke arah Caca segera menyadari alasan gadis itu tidak melanjutkan ucapannya tepat setelah ia mendengar suara emas ibunya.

Ya, tentu saja mereka berdua datang ke Cafe bukan hanya untuk membicarakan hal konyol yang dilakukan Caca. Mereka berdua duduk di Cafe ini untuk membicarakan pertunangan mereka bersama dengan Tania dan Clarissa.

"kalian berdua sudah disini? kalian terlihat sangat manis," pujian itu keluar sangat mulus dari mulut Clarissa membuat Caca memandang Alex dengan tatapan yang seolah mengatakan 'what have we done?!'

Alex yang ditatap seperti itu hanya mengendikan bahunya acuh, ia juga tidak mengerti dari mana ibunya bisa menilai mereka manis. Bahkan mereka berdua baru saja 'berkelahi' secara mental.

"Oh benarkah kalian akan membiarkan kami berdua berdiri?" ucapan itu lagi lagi menyentil jiwa kemanusiaan Caca dan Alex. Secara bersamaan mereka berdua berdiri untuk memberikan tempat duduk kepada Tania dan Clarissa.

Tapi secara mengejutkan Alex memegang pergelangan tangannya. Dengan lembut, tanpa sedikitpun tekanan yang berlebihan.
"take your seat. I'll move"

Caca yang tidak biasa mendapat perlakuan manis dari Alex hanya bisa membeku ditempatnya. Ia sedikit heran, apakah pria itu tiba tiba menjadi gila karena Caca mengecup pipinya tadi siang? Atau mungkin Starleth Brynn menggunakan pesugihan dan jin itu merasuki tubuh Alex? Entahlah Caca benar benar bingung. Tapi sejujurnya ia sedikit. Benar benar se.di.kit. Menyukai hal itu.

Mereka mulai memesan makanan mereka, setelah itu membahas semua rencana pertunangan yang akan terjadi dalam beberapa hari kedepan.
Semua berjalan dengan normal,  bahkan hingga makanan mereka disajikan tidak ada satupun hal aneh yang terjadi.

Tapi Caca kembali dikejutkan oleh perilaku manis Alex tepat sebelum ia akan menyantap makanannya. Kalian tahu? Alex menukar piringnya dan piring Caca. Ia memotongkan daging untuk Caca. Baiklah mungkin ini sangat klasik, bahkan Gio selalu melakukannya untuk Caca. Tapi dia bukan Gio, ia adalah Alexander Reeham. Pria yang tidak akan pernah bersifat manis. Tidak memiliki selera romansa yang baik.

Hal ini tentu saja membuat wajah Caca merah semerah-merahnya. Ia benar benar gugup saat ini. Tindakan Alex saja sudah cukup membuat wajahnya panas, ditambah lagi
kedua wanita yang menggoda mereka dengan tatapan mereka.

"Calantha, you know what? Bahkan dia tidak pernah memotong daging untuk ku," lagi lagi ucapan Clarissa yang tidak lain, tidak bukan adalah bertujuan untuk menggoda dirinya.

"I'm sorry," sekarang Caca sedikit menyesal, tapi diwaktu bersamaan ia juga sedikit menyukai fakta tersebut.

"Caca potongin punya tante mau?" tangan Caca baru tergerak untuk menukar piring mereka. Dan lagi lagi Alex mengejutkannya. Ia menahan pergelangan tangan Caca dengan sangat lembut. "makan aja, she can do it by her self"

"ma... She's confused " ucap Alex pada mamanya, mencoba menghentikan segala kekonyolan yang dilakukan ibunya itu.

"that's mean Alex, but yeaa, aku bisa memotongnya sendiri,"

Setelah itu Clarissa memakan makanannya di ikuti semua orang yang mulai menyantap makanan mereka. Dalam hati Caca hanya berharap bahwa Alex tidak akan membuatnya terkejut dengan tindakan apapun.

Beruntungnya setelah itu Alex tidak lagi melakukan hal aneh. Mereka makan dengan normal dan mereka menyelesaikan makan malam mereka dengan baik. Bahkan untuk rencana pertunangan mereka, segala dekorasi tamu undangan dan lain lain sudah diurus dengan sempurna.

Sekarang mereka memutuskan untuk pulang, Tania dan Clarissa bersikukuh agar Caca dan Alex pulang bersama, mereka beralasan bahwa masih ada hal lain yang harus mereka urus.

Akhirnya Caca pulang bersama Alex. Keadaan mobil mereka sangat hening. Tidak ada satupun yang membuka percakapan sebelum Alex akhirnya membuyarkan keheningan tersebut.

"lo harus biasa kek gitu di depan bonyok, dan lagi, berhenti blushing. Gue geli liatnya," ucapan yang setajam belati itu dilontarkannya tanpa rasa bersalah dan tentu saja mengiris perasaan Caca.

Sial. Caca benar benar bodoh bagaimana mungkin ia tidak menyadari bahwa Alex hanya berpura-pura. Mengapa ia begitu berharap bahwa itu adalah kenyataan.

Jujur saja Caca begitu kesal mendengar ucapan Alex. Rasanya seperti perasaannya dipermainkan.
"that's mean Alex, Ga bisa lah, mana Caca tau kapan muka Caca bakal merah kapan engga,"

"i don't give a fck, menurut gue, lo keliatan murahan waktu blushing. Stop it," ucap Alex yang lagi lagi melukai hati Caca.

"i hate you,"

"i never expect to 'I love You' "

=C=

littlerain, 06 03 20

Hi guys finally I'm back :)
Hope u guys like it and enjoy it,
Please support me by giving voment

I wuf u <3

CALANTHA [completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang