Pintu besar itu terbuka, diikuti teriakan yang sangat histeris membuat Caca menolehkan kepalanya.
"Astaga, Ca, gila lo cantik banget,"
Caca menatap pantulan dirinya di cermin, dress sabrina maroon diatas lutut karya Starleth Brynn, riasan tipis oleh Avena Lymn, perhiasan rancangan Devina Anstasya, biasa saja. Caca selalu terlihat secantik ini bukan?
"Caca pernah jelek?!" ucap Caca
galak karena merasa diremehkan oleh Lisa.
"yaelah sombong bener,"
Lisa melangkahkan kakinya untuk duduk di sebuah sofa "btw, cowok lo ganteng banget Ca,"
Caca memandang bingung ke arah Lisa, "cowok yang mana? " sedetik kemudian Caca menyadari kejanggalan dalam kata-katanya, emang cowok Caca ada berapa?
"Alex lah, Gio mah udah bukan punya Calantha Aldenate," balas Lisa seraya tertawa hambar. Membuat Caca menatap tajam kearahnya.
Drt Drt
Getaran pada ponselnya membuat Caca mengalihkan perhatiannya
"halo,"
"...."
"iya, udah selesai,"
"...."
"sama Lisa,"
"...."
"oke Caca turun sekarang,"
Setelah panggilan terputus Caca segera beranjak dari tempat duduknya. "Ayo Lis, acaranya udah mau mulai,"
Mansion mewah itu menjadi sangat ramai sekarang. Dari kejauhan Caca dapat melihat keberadaan Gio, dan tentu saja Rebecca.
Tunggu, jika kalian berpikiran bahwa Caca dan Alex mengundang seluruh teman mereka berarti kalian salah. Rebecca, Gio, bahkan Lisa tidak datang karena undangan Caca ataupun Alex, mereka sampai ke mansion mewah itu hanya karena orangtua mereka adalah para pemilik perusahaan-perusahaan raksasa di dunia.
Caca mulai melangkahkan kakinya masuk ditengah-tengah kerumunan, membuat semua orang menatap kagum ke arahnya. Caca benar-benar cantik. Ya, setidaknya itu kata orang orang.
Gadis itu celingukan mencari pria menyebalkan yang tadi meneleponnya. Karena tidak kunjung melihat batang hidung pria itu Caca mulai mengetikan beberapa nomor di ponselnya.
"...."
"Halo, Alex? Di-"
Ucapannya terpotong ketika mendengar bisikan lembut tepat ditelinganya. "I'm here," Alex yang membisikan kata-kata itu dengan sangat lembut, bahkan ia menggengam tangan mungil Caca.
Oh tidak, saat ini Caca berusaha keras untuk membuat pipinya tidak memerah. Ia bahkan mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alex. "Le, gausah modus,"
Mendengar itu sontak saja Alex menyatukan alisnya, "gausah kepedean,"
Tapi lagi lagi Caca menarik narik tangannya dari genggaman Alex, membuat pria itu jengah. Akhirnya ia melepaskan tangan mungil Caca, tapi sepersekian detik berikutnya Alex memindahkan tangannya di pinggang Caca, alhasil gadis itu terperanjat sambil menahan jeritannya.
"Lex, lepasin dong, Nanti muka Caca merah kaya cewek murahan," ujarnya sarkastik.
Alex hanya mengendikan bahunya acuh mendengar pernyataan mengesalkan gadis itu. "1500 tamu undangan kesini bukan buat kita berantem, jangan malu-maluin,"
Caca mencebikan bibirnya kesal, "udah murahan, malu-maluin, salah terus, padahal kata orang orang Caca cantik, Gio ga buta kan?"
"iya lo cantik karena itu bisa punya dua cowok, btw gue Alex bukan Gio,"
Caca sedikit salah tingkah mendengar ucapan sarkastik pria itu, tapi untungnya setelah itu tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka berdua. Kedua anak manusia itu duduk dengan tenang dan menikmati acara tersebut.
"test," Suara berat nan berwibawa itu membuat semua orang memfokuskan mata mereka ke panggung.
"Saya mengucapkan terimakasih atas kerelaaan kalian, orang-orang penting untuk meluangkan waktu sehingga dapat menghadiri acara ini, pada acara ulangtahun saya yang ke lima puluh satu ini, saya juga ingin meresmikan suatu hubungan bisnis serta relasi keluarga, antara Soedtandyo, SnCo dan Aldenate Corp, melalui pertunangan kedua anak kami, " Theodore memberi sedikit jeda pada ucapannya untuk memberi waktu pada Caca dan Alex yang sedang melangkahkan kaki mereka ke arah panggung, "Alexander Reeham, dan Calantha Aldenate,"
Ucapan itu diakhiri oleh tepuk tangan yang begitu meriah. Tentu saja semua orang berdecak kagum, jika SnCo dan Aldenate Corp menggabungkan perusahaan mereka, dapat dipastikan tidak akan ada satupun yang dapat menghalanginya.
Setelah pidato singkat yang dilakukan Theodore acara formal itu telah dianggap selesai, digantikan dengan pesta bbq di halaman belakang mansion itu. Saat Ini Alex sedang berbincang dengan beberapa rekan kerja ayahnya. Termasuk Philip, ayah Gio. Alex dengan jelas bisa merasakan aura permusuhan menguar dari diri pria itu.
Tidak lama ia merasa ada yang menepuk pundaknya, ternyata itu adalah Gio. Ck. Alex saja sudah malas melihat Philip, sekarang ditambah Gio berada di dekatnya. Dengan malas ia melangkahkan kakinya menjauhi kedua pria itu.
Tapi tanpa ia duga, Gio tetap bersikeras mengekorinya. "Lex!"
Panggilan itu hanya membuat Alex menghentikan langkahnya, tanpa berniat untuk membalikkan tubuhnya.
"Lex, gue perlu ngomong!"
Alex mendengus sebal. Ia tidak ingin mendengar apapun dari mulut pria itu.
"Ini bukan buat gue Lex, ini buat lo," ujarnya sambil memberikan sebuah kotak yang dibungkus dengan rapih. Alex ingat itu adalah kotak yang ia titipan pada Caca untuk diberikan ke Gio. (chapter 1)
Alex mengerutkan keningnya. "buat gue?"
Dengan mantap Gio mengangguk membenarkan ucapan pria itu, "iya buat lo, ga mungkin kan dia salah ngirim ke rumah lo," ujarnya seraya meletakkan kotak itu didalam genggaman tangan Alex. Tapi dengan cepat Alex menolaknya, ia bahkan mengeraskan rahangnya.
"gue ga kenal sama dia,"
Gio berdecak sebal mendengar balasan Alex, "Lex, sampe kapan lo mau ngabaiin dia?"
Alex tidak menjawab, ia kembali melangkahkan kakinya. Alex tidak suka urusannya dicampur orang lain, lagi pula ia juga tidak suka dengan bahan pembicaraan Gio.
Baru beberapa langkah Alex mendengar jeritan yang cukup keras dari arah kolam renang, membuatnya segera mengalihkan perhatiannya ke sumber suara tersebut. Sepersekian detik berikutnya ia membelalakan matanya. Orang orang yang tadinya menikmati pestapun mulai berhamburan dan suasana menjadi sangat ricuh karena hal itu.
"Calantha..?"
=C=
Don't forget to voment guys,
I wuf U <3
littlerain, 130320
KAMU SEDANG MEMBACA
CALANTHA [completed]
Novela Juvenil[a love story of Calantha Aldenate and Alexander Reeham Soedtandyo] Sometimes love will drive you crazy, do something you can't believe, and make you look like the most stupid people in this universe Calantha means bloom, kamu pernah dengar bunga-b...
![CALANTHA [completed]](https://img.wattpad.com/cover/207226683-64-k937242.jpg)