Sekarang udah jam 12.45, taera sama taeyong baru sampe di rumah sakit yang jaraknya engga jauh dari komplek rumah mereka.
"JAEM! Gimana sama jisung? Dia gak apa-apakan jaem? Dia masih hidupkan jaem?." Kata taera pada jaemin yang berdiri didepan ruangan yang pintunya tertutup sangat rapat.
"Tenang ra, jisung orangnya kuat. Dia pasti baik-baik aja, kata dokter gak terlalu parah juga kok." Saut jaemin.
Taera mengangguk dan mencoba menenangkan pikirannya dengan memeluk tubuh tinggi abangnya yang berdiri disamping tubuhnya.
"Sabar ra, dia pasti baik-baik aja kok." Taeyong mencoba menenangkan adiknya yang tengah gelisah dipelukannya.
Gak lama kemudian, pintu ruangan didepan mereka terbuka dan menampilkan sosok seseorang yang memakai jas putih panjang.
"Dok dok! Gimana keadaan temen saya dok?." Tanya jaemin dengan tidak sabar pada dokter bername tag dokter minhoo.
"Emm... saudara park jisung hanya mengalami patah tulang di bagian lengan kiri dan beberapa memar di tubuhnya. Sekarang dia sudah sadar dan boleh di tengok, namun jangan berisik sampai mengganggu pasien." Jelas dokter minhoo lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Dengan cepat, mereka bertiga masuk ke dalam ruangan jisung di rawat. Terlihat jisung yang sedang terbaring dengan tangan kirinya yang dipasangkan gips oleh dokter minhoo tadi.
"Wess bro! Bisa sakit juga lo, gua kira lo kebal sama yang namanya penyakit." Ledek jaemin sembari menghampiri jisung.
"Pala lo! Dikira gua dewa kali ya." Kata jisung lalu menatap ke arah taera yang berdiri disebelah jaemin namun sedikit kebelakang.
"Sini ra." Panggil jisung, taera berjalan pelan mendekat ke arah jisung lalu duduk di kursi samping ranjang rumah sakit yang jisung tiduri.
"Udah lama nungguin aku di luar ra?." Tanya jisung dan memberi senyum manisnya ke arah taera.
"Engga, baru juga dateng tadi sama bang tiwai. Lo kenapa bisa gini sih? Kan udah gua bilang, hati-hati di jalan. Makanya jangan ngambek mulu, nanti cepet tua bar---."
Cupp
Taera terdiam seketika karna dengan tiba-tiba jisung menempelkan bibirnya pada bibir pink taera.
"Ngomel mulu, aku gak suka ya kamu ngomongnya pake gua-lo. Aku udah hati-hati kok, tapi pas aku mau belok ada mobil dari sebelah kiri kenceng banget. Kayanya aku tau deh siapa yang nabrak aku sampe kaya gini."
Taera menaikan alisnya sebelah dengan tatapan bingung. "Siapa?."
"Ada deh kepooo banget sih cewek aku." Ledek jisung, taera hanya membuang matanya malas lalu mempoutkan bibirnya.
"Gemesinn banget sih, sini sini aku peluk dulu." Pinta jisung yang sudah membuka tangan kanannya lebar.
"Gak! Kamu lagi sakit masih aja mau cuddle, tangan kiri kamu aja tuh urusin dulu." Kata taera.
Mendengar itu, jisung langsung mempoutkan bibirnya dan menatap ke arah taera dengan tatapan sayu.
"Hoamm.. bang, abang ngantuk gak?." Tanya jaemin ke taeyong yang duduk di sofa rumah sakit sampingnya.
"Ngantuk sih, ra gua mau balik nih. Lo ikut apa engga?."
Taera membalikkan tubuhnya menatap abangnya dan jaemin yang sedang menatapnya balik. "Emm... gua nginep di sini aja ya bang, nemenin si jisung."
"Ya udah, hati-hati ya. Gua balik dulu ngantuk." Kata bang taeyong, lalu keluar dari ruangan ini dan diikuti jaemin di belakangnya.
Di dalam ruangan, kini menyisakan gua dan jisung yang saling berdiam-diaman. Hanya terdengar suara jarum jam di antara mereka.
"Kamu besok sekolah?." Tanya jisung sambil menatap ke arah taera yang sedang duduk di sofa yang sedikit jauh dari ranjangnya.
"Gak tau deh, kenapa emang?."
"Gak usah sekolah ya, temenin aku di apartemen. Besok aku udah pulang." Kata jisung sambil menampilkan wajah lucunya.
"Temenin? Kenapa harus di temenin?." Tanya taera bingung.
"Ya temenin aja, siapa tau aku laper terus aku gak bisa masak. Kan tangan kiri aku patah, kamu gak kasihan sama aku emang? Kamu mau ak---."
"Udah ya ngomongnya, sekarang kamu tidur. Ngocehnya di pause dulu okay?." Omongan jisung terpotong oleh taera yang tiba-tiba menyuruhnya untuk tertidur.
Jisung memajukan bibirnya dan menatap wajah taera dengan tatapan datar. "Kamu tidur dimana?."
Taera sempat berpikir sebentar.
"Aku bisa tidur di sofa itu." Ucap taera dan menunjuk sofa satu lagi yang sedikit lebih panjang.
"Gak gak gak! Nanti badan kamu pegel-pegel gimana? Kamu tidur di ranjang yang sebelah aku tuh." Suruh jisung.
Taera berjalan ke arah ranjang rumah sakit yang kosong tepat berada di samping ranjang yang ditiduri jisung.
"Ya udah aku tidur di sini, dah kamu tiduran pake selimutnya."
Jisung mengangguk lalu menidurkan tubuhnya sendiri tanpa menarik selimut rumah sakit ke tubuhnya. Taera menaikan alisnya sebelah, dan menatap ke arah jisung dengan tatapan seperti sedang bertanya kenapa gak pake selimut?
"Aku gak bisa sayang, tangan aku sakit. Kalo pake satu tangan gak rapi selimutnya." Elak jisung.
Taera membuang nafasnya kasar dan berjalan mendekati jisung yang tengah terbaring di atas ranjangnya. Dengan lihai, taera menaikan selimut rumah sakit sampai di depan dada bidangnya.
"Udah kan?." Ucap taera lalu memberikan senyum manisnya pada jisung. Jisung mengangguk lalu memberikan senyumnya juga sampai menampilkan eye smile.
"Good night my big baby." Ucap taera lalu mengecup pipi kiri jisung sekilas dan tersenyum ke arahnya.
"Good night also my lover, and sweet dreams. Mimpiin aku kalo bisa ya."
Akhirnya mereka berduapun tertidur dengan ranjang rumah sakit yang berbeda.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku bakal rajin update kalo kalian rajin vote hehe:)