43. Amnesia?

1.3K 123 4
                                        

Taeyong pov

Sampe di dalem ruangan pribadi dokter tersebut, gua disuruh buat duduk di kursi depan mejanya untuk dengerin penjelasan tentang taera.

"Jadi gimana dok adik saya?." Tanya gua lagi dengan nada khawatir.

"Begini tuan, adik anda kondisinya sudah membaik sekarang. Namun saat saya periksa lagi, kemungkinan adik anda mengalami amnesia." Kata dokter tersebut.

Kaget, itu yang gua rasain pas denger kalo adek gua amnesia. Gua ngebuang tatapan gua dari dokter didepan gua sebentar. Lalu kembali menatap ke dokter tersebut.

"Ta-tapi adik saya masih ngenalin saya kan dok?".

"Itu tergantung pengingatan adik tuan." Kata dokter tersebut.

Gua nganggukin kepala dan mencoba baik-baik ajaa dihadapan dokter.

"Ya sudah kalo gitu, adik anda akan dipindahkan ke ruang inap untuk beberapa hari."

Gua nganggukin kepala lagi dan bangun dari duduk lalu pergi keluar menuju ke yang lain.

Taeyong pov end

Sekarang taera udah dipindahin di ruang inap, kata dokter tadi. Taera harus menginap di rumah sakit ini untuk beberapah hari kedepan. Di dalam ruangan sekarang masih sama, ada jaemin, jisung, mark, taeyong juga somi yang sudah ditemani dengan kekasihnya. Renjun

"Ra, lo kok gak mau bangun sih? Bangun dong ra, lo gak kangen sama sahabat lo ini?." Kata somi sembari memegangi tangan taera.

"Udahlah yang, kasihan taeranya. Biarin dia istirahat dulu, kita jangan ganggu dia ya."

Somi mengangguk lalu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan taera bersama renjun. Setelah mereka berdua keluar, kini giliran jisung yang menjenguk taera didalam.

Hal pertama yang jisung lihat saat didalam ruangan bersama taera adalah, cewek yang sangat ia sayangi ini terbaring lemah dengan perban dikepalanya.

Jisung mendekati ranjang rumah sakit taera dan duduk di kursi yang tadi sempat diduduki oleh somi. Jisung menggenggam tangan halus taera dan mencium punggung tangan tersebut.

"Kamu kapan sadar ra? Ak-aku minta maaf, aku jahat banget ya sama kamu? Aku janji kalo kamu bangun nanti, aku bakal ajak kamu ketemu sama papah aku, biar dia percaya kalo aku punya cewek yang cantik, baik kaya kamu."

Jisung menatap ke arah kedua mata taera yang masih terpejam, ia mendekatkan wajahnya ke wajah taera. Lalu mencium pipi taera dengan air mata yang tiba-tiba keluar dari kedua matanya.

"Maaf aku nangis didepan kamu." Kata jisung setelah mencium pipi taera.

Masih menggenggam tangan taera, jisung terus menatap wajah manis kekasihnya ini sambil sesekali tersenyum. Engga lama kemudian, yang berada diluar tadi langsung masuk ke dalam untuk menemui taera.

"Sung, lo udah makan?." Tanya taeyong sambil menepuk pundak kiri jisung.

Jisung menoleh dan menatap ke arah taeyong disebelahnya. "Belom bang."

"Sana lo makan dulu, biar taera gua yang jagain." Suruh taeyong namun dibalas gelengan dari jisung.

"Engga apa-apa bang, gua gak laper. Taera juga belom makan bang." Kata jisung.

Tayong membuang nafasnya kasar lalu menatap ke arah jisung disebelahnya.

"Taera gak mau liat lo sakit sung, dah mending lo sekarang makan sama si mark sana. Tadi udah dibeliin makanan sama dia. Taera biar gua yang jaga."

"Gak apa-apa bang?." Tanya jisung.

Taeyong mengangguk lalu memberikan senyumannya ke arah jisung.

Jisung akhirnya keluar dari ruangan taera dan memakan makanannya bersama mark di luar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jisung akhirnya keluar dari ruangan taera dan memakan makanannya bersama mark di luar.

k a p t e nTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang