Maaf karena lama banget buat updetnya....
"Aku baik-baik saja" Vannya mencoba meyakinkan Julian untuk tidak cemas dengan kondisinya. Karena Vannya sendiri juga merasa dirinya baik-baik saja. Dan tidak ada yang perlu terlalu di cemaskan.
"aku hanya kelelahan, dan mungkin m3mang butuh istirahat" ucapan Vannya berhasil membuat Julian yang ingin mengeluh. Hanya bisa menelan kata-katanya kembali. Dan memilih untuk menerapkan selimut pada Vannya. " kakak istirahat. Nanti masakannya biar aku yang selesaikan. Oke" Vannya tidak bicara lebih bayak lagi hannya menganggukkan kepalanya. Dan setelahnya benar-benar mengistirahatkan dirinya di kamar.
Julian melanjutkan pekerjaan memasak Vannya yang sudah setengah jalan. Dengan sangat cekatan Julian menyelesaikan semua masakan dalam waktu kurang dari satu jam. Lalu setelah menata semua makanan di atas meja. Julian baru kemudian membangunkan anak-anak itu.
Tak lupa Julian juga mengatakan pada anak-anak. Kalau makan Vannya tidak bisa bergabung makan malam bersama mereka. Dan saat ini sedang beristirahat di kamar. Julian juga mengatakan pada mereka semua untuk tidak mengganggu Vannya. Dan tanpa banyak memberikan penjelasan lebih lanjut, anak-anak itu sepertinya sudah mengerti situasi yang terjadi...
"Paman, istirahat saja. Biar aku saja yang mencuci piringnya" kaisar yang membawa semua piring kotor ke tempat mencuci piring
" Aku juga mau bantu. Karena kaisar sudah mencuci piring biarkan aku yang mengelap meja" Raja pun ikut mengambil inisiatif untuk membantu yang tentunya di bantu dengan Eldrich.
Tanpa sadar melihat anak-anak ini bahu membahu untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah. Membuat Julian tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Yang tanpa sadar membuat sudut mata Julian sedikit berair.
Sudah bertahun tahun Julian ada di sekitar mereka semua. Menjaga mereka dari waktu ke waktu. Baru kali ini Julian sadar mereka sudah tumbuh besar. Rasanya baru kemarin Julian mengantarkan Vannya untuk memeriksakan kandungannya. Dan siapa sangka tertata itu sudah lama sekali.
Keesokan paginya Vannya sudah bersiap untuk pergi ke toko seperti biasanya. Tapi siapa sangka pagi ini justru Vannya mendapatkan kejutan tak terduga dari anak-anaknya di pagi hari. Ketika Vannya keluar dari kamar, Vannya di kejutkan ucapan selamat ulang tahun dari anak-anaknya. Yang membuat Vannya menjadi sulit untuk berkata-kata
"Mami, ayo cepat tiup lilinya. Raja capek bawa kuenya dari tadi" ucap Raja yang kali ini bertugas membawa kue.
"Ia... ia..." Vannya pun berjongkok dan di depan Raja beriap untuk meniup lilin. Namun sebaliknya Vannya memejamkan matanya sesaat untuk membuat permintaan sebelum meniup lilin. Dan beberapa saat setelahnya suara tepukan tangan terdengar bersamaan dengan padamnya lilin yang Vannya tiup
Setelahnya mereka semua secara bergantian mengucapkan selamat ulang tahun dan juga memberikan hadiah yang sudah mereka persiapkan tak terkecuali Julian dan Eldrich. Julian memberikan Vannya sebuah tas yang secara khusus Julian minta bantuan pada Sheren untuk memilihkan yang palung cocok untuk Vannya
Dan untuk Eldrich dia memberikan Vannya sebuah gelang yang terbuat dari manik-manik yang ia rangkai sendiri. Tentu Vannya merasa tersentuh mendapatkan hadiah yang Eldrich berikan. Mungkin hadiah yang Eldrich berikan terlihat sesederhana. Tapi di balik kesederhanaan itu terdapat rasa cinta dan sayang yang coba Eldrich sampaikan di setiap untaian manik-manik itu pada Vannya.
Dan pada saat Vannya membuka hadiah yang Vannya terima dari anaknya. Vannya benar-benar tidak bisa m3ngonrol emosi dalam darinya yang tiba-tiba muncul ketika melihat hadiah itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SESUATU YANG BERHARGA
Storie d'amoredi jebak adik sendiri di sebuah club malam , yang berakhir terkapar di dalam kamar bersama pria misterius . benar-benar awal dari segala kemelut dalam hidup mulai dari fi usir , mengetahui dirinya hamil, di rampok dan harus hidup terlunta-lunta di...
