26b saatnya...

3.5K 399 31
                                        

Begitu Julian mendapat kabar jika Vannya pingsan, julian langsung bergegas memutuskan untuk pulang pada waktu itu. Julian juga langsung menjemput si kembar dari sekolah mereka setelah mendapatkan kabar.  Jujur Julian sudah merasakan perasaan cemas saat Vannya bilang dia punya janji untuk bertema dengan nyonya Sandra itu. Karena sudan sejak dari awalwa wanita itu terlihat sudah sangat tidak suka dengan Vannya. Apa lagi akhir-akhir ini Achazia sedang sering menemui Vannya entah itu masalah anak atau hal-hal lain.

Dan sebenarnya Julian kurang setuju dengan kedekatan Keduany yang terlihat semakin intens,  bukan karena Julian tidak menginginkan Vannya bahagia. Tapi melihat apa yang terjadi kebelakangan ini.

Dan terbukti hari ini setelah Vannya memutuskan untuk setuju bertemu Julian justru mendapat kabar Vannya pingsan.

Banyak hal yang Julian pikirkan selama perjalanan, Julian juga berharap tidak ada hal yang serius yang terjadi pada Vannya. Walaupun julian belum tahu apa yang membuat Vannya samapi pingsan. Julian hanya bisa berharap kalau apa pun itu bukanlah hal yang buruk.

Akan tetapi semua tidak seperti yang di harapkan oleh Julian, seolah semua pemikiran positif yang coba ia bangun tadi semuanya runtuh seketika setelah melihat keadaan Vannya saat pertama kali masuk rumah. Tidak ada sambutan hangat dari Vannya yang selalu mereka dengar ketika masuk. Semuanya terasa sunyi dan sepi, seolah tidak ada kehidupan.

Sedangkan Achazia yang sejak tadi mrnrmani Vannya dari wanita itu masih pingsan samapi akhirnya bangun kembali. Tak sedikitpun raut kecemasan menghilang dari wajah tampannya. Bagaimana Achazia bisa tenang, jika saat Vannya bangun dari pingsan wanita itu terlihat sangat menyedihkan. Sorot matanya kosong, pandangannya seperti orang yang putus asa.  Tidak mau bicara sama meski Achazia sudah mengajak Vannya sejak 45 menit yang lalu,  tapi sayangnya wanita itulebih memilih larut dalam kebisuanya. 

Lalu saat Achazia melihat Julian dan si kembar kembali. seolah Achazia seperti mendapatkan cahaya baru.  Mungkin saja setelah ini Vannya akan mau bicara dan tudak diam seperti patung yang jujur saja itu membuat Achazia merasa takut.

Akan tetapi Achazia menangkap ada yang aneh dari mata Julian, seolah ada ketakutan besar, dan seolah ada hal yang ia tahu apa yang saat ini terjadi pada Vannya dan seakan ini bukan yang pertama kalinya. Di saat Julian yang larut dalam pikirannya sendiri begituan juga dengan Achazia yang terus berusaha membaca apa yang ada si pikiran Julian saat ini. Akan tetapi keduanya di kejutkan dengan suara tangisan Raja yang membuat dua pria itu bergegas Achazia mencoba menenangkan Raja yabg menangis serta Kiasar yang terlihat ketakutan saat ini.

Sedangkan Julian ke arah Vannya kini terlihat bingung dengan semua orang yang ada di. Sekiranya. Vannya yang tadi diam tiba-tiba saja panjk. Menagis, dan berteriak ketakutan sambil menutupi telinganya dengan tangan dan terkadang secara bergantian tangan itu Vannya gunakan seolah untuk melindungi tubuhnya. Seakan-akan akan ada orang yang ingin memukulnya

Tentu saja Raja yang melihat Vannya seperti itu ketakutan

"mami tidak kenal kita, huhuhu.... " Raja yang mengisi dan menguburkan wajahnya di pundak Achazia . Karena setelah mendengar teriakan dan tangisan Raja yang ketakutan serta Vannya yang histeris Achazia langsung  menggendong Raja dan menjauhkan Kaisar sedikit dari Vannya sedangkan Julian langsung mencoba menenangkan Vannya dengan memeluk Vannya dan entah apa yang ia bisikan di telinga Vannya sampai pada akhirnya wanita itu tenang kembali

"mami tidak sayang Raja lagi" suara tangisan Raja makin memang terdengar mereda akan tetapi tubuhnya bergetar menahan tangis dari pelupuk matanya. Hal yang tidak jauh berbeda terjadi pada Kaisar, tapi bedanya Kiasar tidak menangis seperti Raja.  Hanya saja wajahnya pucat karena terkejut. Meskipun begitu Kaisar seolah masih mencoba untuk dekat dengan Vannya. Namun saat Kaisar yang hampir menyentuh ujung jari Vannya langsung di urungkannya kembali ketika melihat Julian menggelengkan kepalanya seolah melarang Kaisar untuk mendekati atau menyentuh Vannya dulu.  Karena julian perlu memastikan sesuatu terlebih dahulu sekarang.

"Achazia bisa tolong bawa si lembar ke kamar," Julian yang masih mengegam tangan Vannya di tangannya dan sesekaki menepuk punggung tangan Vannya untuk membuat wanita itu tetap tenang " dan jika kau ingin tahu apa yang terjadi akan aku jelaskan tapi tidak di depan anak-anak itu."setelan mendengar yang Julian katakan akhirnya Achazia membawa si kembar ke kamar mereka dan meminta keduanya untuk istirahat dan tidak memikirkan apa yang terjadi barusan dan hanya mengatakan jika saat ini Vannya hanya " kelelahan" maka bersikap seperti tadi. Walau Achazia tahu alasannya ini bukan alasan yang tepat apa lagi mengingat kedua anaknya ini cukup pintar. Tapi sepertinya untuk kali ini sangat terlihat kalau kedua anak itu tidak percaya pada apa yang di ucapkan oleh Achazia. Tapi sepertinya kali ini mereka mencoba untuk percaya pada keta-kata bohong Achazia dengan berdiam diri di kamar.

Tapi, saat Achazia kembali ke ruang tengah sudah tidak ada Vannya di sana hanya ada Julian yang terlihat panik,  cemas, takut, tapi juga bingung.  Yang semakin membuat Achazia pensara kenapa dan ada apa??

"duduklah...." Achazia pun duduk sambil terusan mengamati wajah Julian.

"Achazia, boleh aku tahu apa yang terjadi saat di caffe hari ini? Apa kau tahu, apa yang dikatakan oleh ibumu yang membuat Vannya samapi terkejut dan pingsan?"

"tunggu Mamiku? Tapi di sana aku tidak melihatnya,  dan kenapa mami ingin bertemu dengan Vannya, bukannya dia tidak suka Vannya dan selalu menolak saat aku mengajaknya kemari. Itu sebabnya aku langsung pergi menemu Vannya saat kamu bilang mami ingin bertemu dengan Vannya, akan tetapi saat aku datang yang aku lihat hanya Nandini yang sedang memeluk kaki Vannya,... " tanpa mendengar lebih lanjut apa yang di cetakan oleh Achazia, Julian langsung pergi begitu saja ke dalam kamarnya yang semakin membuat Achazia semakin bingung seolah ada dari kata-katanya yang salah sampai membuat Julian bereaksi seperti itu?

Entah kenapa setelah mendengar nama Nandini, membuat Julian berpikir jika itu adalah orang yang mungkin saja dia kenal, meskipun nama kemungkinan untuk itu keci, karena bisa saja orang yang namanya sama tapi berbeda. Ini seperti melakukan judi. Tidak akan tahu hasilnya menang atau kalah sebelum diakhir.

"kamu bilang ada orang yang namanya Nandini, kan? Apa orang yang mungkin saja kamu lihat saat itu adalah orang yang sama yang ada di dalam foto ini, atau mungkin kamu kenal juga orang ini atau setidaknya pernah bertemu " kata Julian setelah memberikan selembar foto lama yang Julian miliki pada Achazia.

Achazia sendiri tidak terlalu mendengarkan apa yang di katakan oleh Julian padanya.  Pikiran Achazia terfokus pada selembaran foto lama di tangannya.  Tapi meskipun lama tapi itu belum terlalu lama sehingga membuat Achazia masih bisa mengenali orang yang ada di foto itu. Memang di Foto 4 orang itu jelas ke tiga orang yang ada di dalamnya Achazia kenal ada Nandini yang ia kenal dan tinggal bersama dengan ibunya di rumah mereka yang ada di sini.  Dan wanita yang kelihatannya usianya tidak jauh beda dengan maminya.  Dan itu sepertinya adalah ibu Nandini, serta dua pria beda generasi yang tidak lain adalah ayah dan juga kakek Nandini. Tapi,pertanyaannya kenapa Julian bisa mendapatkan foto ini. Meskipun bisa di katakan keluarga itu bisa dibilang merupakan salah satu dari keluarga orang yang kaya dan cukup punya reputasi dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum sekitar 5 bulan lalu salah satu perusahaan mereka perahan lahan sepertinya akan bangkrut menurut analisis Achazia sebagai seorang pengusaha. Dan lagi tidak sekali dua kali perusahaan ini ingin mengajukan kerja sama, tapi Achazia selalu menolak untuk setuju. Bahkan sepertinya mereka tidak ragu untuk membiarkan anak mereka terus mengekor padanya di saat dengan jelas Achazia menolak,  akan tetapi sayangnya maminya menyukai gadis itu dan masih berusaha terus menerus memaksa Achazia untuk dekat dan melakukan pertunangan dengannya.

Dan tidak perlu bertanya lagi apa Achazia kenal atau tidak dari ekspresi wajahnya sudah jelas bahwa Achazia sepertinya bukan hanya tahu tapi juga mengenal mereka. 

"orang yang ada di foto itu adalah keluarga Vannya,  lebih jelasnya lagi,  Nandini adalah adik tiri Vannya sedangkan wanita itu "julian menujuk foto Luna " dia bisa di katakan sebagai ibu tiri Vannya, dan dua pria itu adalah ayah kandung Vannya dan juga kakek Vannya, yang merupakan satu-satunya orang yang sayang dan peduli pada Vannya " jelas Juluan

"untuk apa kau menjelaskan ini padaku? " tanya Achazia

"karena aku rasa kau harus tahu semuanya, dan kenapa aku mengatakan ini.  Jujur saja melihat kondisi Vannya saat ini aku cemas "Julian menarik nafas dalam dalam seolah melepaskan ketegangan yang melada saat ini....





Bersambung....

Sedikit curhat
Karena tiba-tiba HP aku rusak, dan semua data juga gak ada ada salainan jadi terpasaka ngetik ulang untuk part ini dari awal lagi

SESUATU YANG BERHARGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang