15 b

11K 494 20
                                        

Achazia memilih1 kembali ke bagian Order untuk mengantar pesanan pada meja selanjutnya.

"ini...." seorang memberikan nampan yang berisi dengan makanan yang harus di antarkan ke meja selanjutnya oleh Achazia.

"terima kasih, Xicua" ucap Achazia ketika menerima nampan yang Xicua, Xicua gadis yang baru saja Achazia dan tahu namanya ketika membaca tanda pengenal yang tercantum di seragamnya

"ternyata bibirmu cukup kejam juga. Anak SMA sudah kau buat patah hati" entah itu lelucon atau ejekan yang di lontarkan oleh seseorang yang bisa di bilang adalah teman kerjanya mulai sekarang. Tak mau terlalu menanggapi ucapanya lebih lajnut Achazia memilih menjawabnya dengan senyum tipis adalannya, senyum yang setipis benang sutra

"Hah... kau ini terlau cuek bara" Seru Xicua

"Ini pesanan untuk meja nomor 4, kan?" Achazia tak menjawab. Ia justru lebih memilih untuk melanjutkan pekerjaannya mengantarkan pesanan ke meja selanjutnya . Dari pada harus meladeni pertanyaan gadis itu yang pasti tidak akan samapi di situ saja. Dalam sekali lihat saja Achazia sudahtahu te tang sikap gadis itu, yang punya rasa ingin tahu terlau besar.

○○○

Hari mulai beranjak senja. Dan toko juga sudah waktunya untuk tutup. Semua pegawai dan juga Vannya sudah siap untuk kembali ke rumah masing-masing. Setelah toko tutup.

"apa kamu yakin Bara untuk merapikan semua ini? " tanya Vannya sambil memberikan kunci toko pada Bara. Yang memang ia izinkan untuk tinggal fi dalamnya. Setidaknya samapi pria itu bisa menemukan tempat tinggal yang cocok untuknya

"Tidak apa, anggap saja dengan membereskan toko ini setelah tutup, sebagai ucapan terima kasih karena kamu sudah mengizinkan aku untuk tinggal sementara di toko ini" ucapanya

" Baiklah, aku tidak mencegah kalau itu adalah keinginanmu, jadi yang bisa aku katakan semoga kamu nyaman dengan kondisi toko. kalau begitu aku pamit " vannya pun pergi bersamaan dengan beberapa pegawai. ketika semua orang sudah pergi, Achazia tampak merogoh sesuatu dari saku celananya. Dan menghubungi seseorang " kerjakan sekarang " perintah Achazia. Dan tak sampai 5 menit kini di depan toko Vannya sudah ada orang-orang berpakaian serba hitam berbaris rapi. Seolah menunggu perintah dari dua orang yang ada di depan mereka. Siapa lagi kalu bukan Achazia dan juga Feran.

"Tugas kalian kali ini adalah membersihkan tempat ini sebelah mungkin, jangan sampai ada noda yang tertinggal sedikit pun. Apa kalian mengerti" Feran memberikan arahan pada orang-orang tersebut yang tidak lain adalah para bodyguard Achazia, yang tentu tugasnya adalah untuk menjaga keselamatan Achazia dari orang yang berniat untuk mengancam keselamatannya. Namun lihatlah sekarang! para Bodyguard itu sedang bekerja membersihkan toko milik Vannya!. Ada yang bertugas menyapu lantai, mengepel, mengelap meja dan membersihkan perabotan yang belum sempat di cuci. Semua pekerjaan itu di kerjakan oleh para Bodyguard Achazia.

Sedangkan Dua pria itu kini sedang duduk di bangku bagian luar dan tampak tengah mendiskusikan sesuatu, dan terlihat Feran memberikan sebuah Amplop dan juga sebuah flashdiks pada Achazia. Semabri mereka mengawasi pekerjaan dari para Bodyguard dari kejauhan.

Dan Achazia tampak membuka Amplop itu sekilas. Lalu memasukkan flashdiks tersebut ke dalamnya.

" akan aku melihatnya nanti. " ucapnya yang terlihat begitu sangat tenang seperti biasanya

" Aku masih belum mau kembali. Jadi, kau kembalilah saja dulu. " tambahnya. Membuat feran tercengang

" kalau tuan tidak ikut kembali, saya harus bilang apa pada tuan dan nyonya besar? Anda tahu bagaimana nyonya besar. Dia pasti akan mencecar saya dengan banyak pertanyaan. " Keluh Feran dengan wajah memelas, seolah memohon belas kasihan dari seorang Achazia. Agar sekali saja pria tampan itu tidak membuatnya harus terjebak dalam masalah yang sulit. Seperti menghadapi nyonya besar!.

SESUATU YANG BERHARGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang