Jadi ini hanya selingan percakapan diantara pengambilan adegan tiap filmnya, urutan dan lokasi tidak disesuaikan dengan kenyataannya seperti pembuatan film pada umumnya. Intinya ini kubikin urut aja kek cerita sebelumnya. . . *ehm bahasaku yg ini bisa dipahamin kan😅
Kalo gini dua2nya ttp jalan wkwkw, baik alur cerita utama sama alur filmya. Kutida bisa meninggalkan salah satunya😖
-----------------------------------------------------------
"Riku-san, Tamaki-san bersiaplah" ujar staff disana mengingatkan.
"Rikkun mari lakukan yang terbaik" ujar Tamaki antusias, Riku pun mengangguk
Mereka mulai menjalankan adegan hingga perpindahan tempat di aula sekolah
"Ini tidak jauh berbeda dengan sifat mereka, atau bahkan sama persis dengan karakternya" ujar Mitsuki berkomentar
"Aku sengaja membuatnya seperti itu, bahkan nama kalian juga sama karena aku ingin menunjukkan pada semuanya tentang Idol2 hebat seperti kalian apa adanya" jawab Tsukumo menjelaskan
"Onii-san masih perlu beradaptasi" ujar Yamato menatap Tsukumo
"Apa maksudmu?" tanya Tsukumo heran
"Mendengarmu mengatakan hal2 baik seperti itu. . . Rasanya sedikit aneh" ujarnya
"Hidoi yo, kau menyakitiku Yamato" rengek Tsukumo
"Itu dia, bagian dirimu yang seperti itu justru tampak menggelikan" ujar Torao disampingnya
"Ma ma sudahlah, Tsukumo-san berjuanglah" ujar Momo menyemangati
"Momoo kau yang terbaik" ujar Tsukumo ingin memeluknya sebelum dicegah Yuki
"Jangan mendekat" peringat Yuki
"Oh Yukii so Ikemen" ujar Momo berbinar2 di belakangnya
Yang lain hanya menghela nafas lelah melihat itu semua
Mereka kembali memperhatikan proses syuting filmnya
"Oh Iori jadi murid berprestasi, kurasa sangat cocok" ujar Nagi begitu melihat Iori memberi sambutan
Sogo mengangguk angguk, "Andai Tamaki-kun bisa mencontohnya" ujar Sogo pelan
"Tamaki memiliki kelebihannya sendiri Sogo-kun" ujar Ryuu membalasnya
"Ah Tsunashi-san aku tidak bermaksud seperti itu" ujar Sogo gugup
Ryuu tertawa pelan, "Aku tau itu tenang saja"
"Oh mereka bertengkar lagi desu, apa itu ada dalam naskah atau improvisasi?" tanya Nagi melihat pertengkaran Iori dan Riku
"itu ada dalam naskah, tapi hasilnya sangat memuaskan terlihat begitu natural" komentar staff disana
"Tidak buruk juga" komentar Yuki
"Kurasa mereka bertengkar sungguhan, dari hati" komentar Gaku
yang diangguki oleh semua member Idolish7
"Mereka terlalu menghayati" ujar Momo tertawa kecil
.
.
.
" Yuki-san,Momo-san, Tenn-san selanjutnya giliran kalian"
Mereka mengangguk dan segera bersiap
"beristirahatlah kalian" ujar Tsumugi begitu Riku, Iori, Tamaki, Touma, dan Haruka selesai
"Woah Momorin, Yukirin, dan Tenten keliatan berbeda" ujar Tamaki kagum melihatnya dengan jas lab
Riku mengangguk angguk antusias
"Ngomong2 Nanase-san kau hampir lupa dialogmu tadi" ujar Iori
Riku merinding dibuatnya, "Haik haik aku mengerti, terimakasih bantuannya" ujar Riku mempoutkan bibirnya
KAMU SEDANG MEMBACA
ID7 Fanfic-Zero [End]
Fanfiction[Follow yukk bagi yang berkenan, aku ngarepin vote komennya jugak ehehe..tapi gak maksa kok, yang penting kalean enjoy bacanya] Jadi ini bisa dibilang lanjutan dari cerita The Way of Song, masih dalam universe yang sama wkwkwk. Idolish7 yang meraya...
![ID7 Fanfic-Zero [End]](https://img.wattpad.com/cover/227966528-64-k51058.jpg)