Behind The Scene ZLS Pt 3

1.1K 149 38
                                        

"Ohohoo aku senang bisa melihat junior imut kita, ya kan Yuki" ujar Momo begitu melihat adegan member I7 dan Zool yang berperan sebagai anak SMA

"Kau benar Momo" ujar Yuki menatap serius kedepan

Mereka segera duduk di salah satu meja bersama Tamaki, Haruka, dan Touma

Tiba2 ponsel Riku bergetar, dengan senyum lebar Riku menerimanya melihat nama yang tertera

Adegan selanjutnya adalah percakapan antara Tenn dan Riku, namun meski sudah tiba saat nya Riku masih terdiam

Cut

"Riku-san apa kau lupa dialogmu" tanya staff disana

"Ah etto, aku minta maaf bisa ulangi lagi" ujar Riku membungkuk merasa bersalah

Adegan pun dilanjutkan kembali, namun masih nihil Riku tetap terdiam seolah kehilangan kata2nya

Berkali2 adegan dilakukan dan terhenti dibagian yang sama

"Yosh minna kita istirahat 30 menit" ujar Tsukumo mengalihkan perhatian

"Aku minta maaf" ujar Riku merasa tidak enak

"Tenanglah memang sudah waktunya" ujar Tsukumo menenangkan dan memberi kode pada staff nya

"Ganbatte Riku-san" ujar Staff disana menyemangati

"Arigatou gozaimasu"

Riku terduduk dan membaca naskahnya berulang ulang

"Aku sudah menduga ini, apa terjadi sesuatu?" tanya Yuki menuntut menatap Yamato

"Kau cukup tajam untuk bisa menyimpulkan sendiri kurasa" ujar Yamato terkekeh

"Nanase-san, mau kubantu" ujar Iori

"Eh" Riku tersentak dari lamunannya

"Apa yang harus kulakukan?" tanya Riku bingung

"Ehm kurasa ini sama seperti saat kau berlatih memanggilnya Kujou-san, tapi bedanya kali ini kebalikannya" ujar Iori berpikir

"Aku takut. ." ujar Riku pelan

"Jika aku kembali tidak bisa melepasnya" imbuhnya

"Kau tau, seberapa keras kau ingin melepasnya atau seberapa berat dunia ini menentangnya ikatan kalian tidak terelakkan" ujar Iori

"Aku tidak berhak" ujarnya cepat

"Lupakan itu dulu, kali ini fokus pada naskahmu. Seperti halnya seorang profesional lakukan apa yang tertulis di naskah. Jika kalian adalah orang asing saat ini atau sebatas partner kerja, tapi kalian adalah saudara dalam cerita itu. Setidaknya bertindaklah secara profesional dalam cerita. Hanya untuk sementara" ujar Iori

"Kau sudah menyerahkan dirimu untuk dikendalikan bukan, maka ikuti intruksi dariku saat ini" imbuh Iori

"Aku mengerti, mari lakukan"ujar Riku bersemangat

"Kalau begitu biar ku tes. Coba katakan namanya di depanku saat ini" ujar Iori menantang

Riku menarik nafasnya dalam, "Te-Ten-nii. ." ujarnya pelan

"Lagi" ujar Iori

"Ten-nii" ujarnya lirih

"ulangi aku tidak bisa mendengarmu"

"TEN-NII"teriak Riku kesal menutup matanya erat

"Bodoh" ujar Iori pelan

Riku membelalakkan matanya terkejut karena berteriak terlalu kencang, semuanya menatap ke arahnya

"Kau benar2 tidak punya perasaan Iori" keluh Riku

"Kau yang menyuruhku untuk mendorongmu maju apapun yang terjadi, aku hanya memenuhi permintaanmu"

"Ugh aku tidak bisa menyangkalnya"

"Lagipula kau kuat, kau tidak akan kalah hanya dengan ini" imbuh Iori

Riku terdiam mendengarnya, "Apa.. .apa barusan kau memujiku" tanyanya menutup mulut tak percaya

"Kau menyebalkan Nanase-san" ujar Iori kesal melihat responnya

"Hei Iori sering2lah berkata baik" ujar Riku menggodanya

"Diamlah, kutarik perkataanku tadi"

"laki2 tak boleh menarik perkataannya Iori"

"Iee kali ini pengecualian" balasnya tak mau kalah

"Oh lihat ini dia sikap menyebalkanmu kembali"

"Dan salah siapa yang memancingnya"

"Ah ah ah aku tidak mendengarnya" oceh Riku menutup erat telinganya

"Kau tampak bodoh seperti itu"

"Hei?!" protes Riku, "Ah jadi kau bisa mendengarnya" goda Iori

Riku membuang mukanya kesal, menahan marah

Dari kejauhan Tenn ikut lega, "Sepertinya sudah selesai" ujar Yamato tersenyum puas

"Iori dia memang bisa mengendalikannya dengan baik" gumam Mitsuki

"Karena aku juga mempercayakan diriku padanya, dia pastilah orang yang hebat" Nagi ikut menimpali mendengar gumaman Mitsuki

"Tentu saja adikku hebat" Mitsuki tersenyum bangga

"Sou-chan kau tidak memujiku" ujar Tamaki merasa kalah

Sogo menatapnya bingung, butuh beberapa saat untuk mengerti, "Yosh yosh kau juga lakukanlah yang terbaik" ujar Sogo menepuk kepalanya

Tamaki tersenyum puas, ia benar2 tidak mau kalah dengan orang yang seumuran dengannya

"Hah kuharap mereka terus seperti itu kecualikan bagian pertengkaran kekanakannya" ujar Yamato lelah menatap Iori dan Riku

"Kurasa itu susah Ossan" ujar Mitsuki tersenyum kecil.

"Tiada hari tenang di Idolish7 kurasa" komentar Touma

"Kau benar Inumaru-san" kekeh Minami menimpalinya

Waktu istirahat berakhir dan adegan pun dilanjutkan

"Aku juga menyanyangimu Ten-nii" Riku tersenyum lembut saat mengatakannya tanpa sadar bulir air matanya jatuh menetes

Cut

"Itu diaa, sangat hebat" ujar Sutradara film

"Aku benar2 terharu" komentar salah satu staff disana

"Dia benar benar tulus mengatakannya" ujar Minami melihatnya

"Bagaimana denganmu Tenn?" tanya Gaku

"Dia melakukannya sebagai profesional, jadi wajar saja" balas Tenn cepat

"Kau ini"geram Gaku kesal

"Ayolah kalian berdua, tidak ada pertengkaran oke" ujar Ryuu menengahi
.

.

.

.

.

Ahh dia benar benar hebat, begitu seharusnya . Gumam seseorang dari kejauhan

ID7 Fanfic-Zero [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang