“Tamaki-kun berhentilah memakan pudding” tegur Sougo melihat Tamaki yang tidak berhenti mengunyah
“Sou-chan ini perjalanan panjang aku perlu energi lebih” sungut Tamaki
“Ahahah bersantailah selagi bisa” ujar Yamato terkekeh melihat kebelakang
“Yoshaa akhirnya tour kita dimulaiii” teriak Mitsuki tak kenal tempat meski di dalam mobil, “Dan akhirnya dua member SMA kita sudah lulus” imbuhnya lagi
“Yattaaa” ujar Tamaki mengangkat tangannya tinggi hingga terbentur atap mobil, “Ahh ittei” keluh Tamaki
“Itu salahmu Tamaki” ujar Nagi menggelengkan kepalanya pelan
“Semua kembali ramai dengan berbagai ocehan dan obrolan masing masing”
“Ouh Fly away benar benar tertidur pulas” ujar Nagi berbisik
“Ssst jangan ganggu mereka” tegur Mitsuki
“Bukankah mereka tampak sangat lelah” ujar Sougo khawatir
“Entah kenapa aku merasa mereka seperti menyembunyikan sesuatu belakangan ini” gumam Tamaki pelan menatap keluar jendela
.
.
.
.
Flashback
“Aku benar benar rindu kamarku” ujar Riku pelan begitu memasuki kamarnya
Drrt drrt drtt
Dering telepon berbunyi mengalihkan perhatiannya sejenak, Riku mengerutkan alisnya melihat si penelepon
“Dia lagi…” gumamnya pelan
“Ahh kau sangtat tidak sopan mengangkat ponselku hingga dering ketujuh”sapa orang itu membuka pembicaraan
Riku makin merasa tak nyaman mendengarnya dan melihat sekeliling
“Apa kau mencariku? Segitu penasarannya denganku?’ tanyanya terkekeh pelan
“Siapa kau?’ tanya Riku langsung,
“Apa kau disini?’ ujarnya menatap was was sekitar
“Siapa ya… aku” ujarnya terkikik, membuat Riku sedikit merinding,
“Dan aku tidak disana” jawab orang itu
“Darimana kau tau” tanya Riku pelan,
“Aku tau.. aku tau semuanya tentangmu Nanase Riku” ujarnya pelan meyeringai lebar
“Apa kau ada perlu denganku? Kau membuatku tidak nyaman” ujar Riku berusaha tenang
“Keperluanku denganmu sangat banyak, dan yah aku tidak peduli dengan kenyamanananmu” ujarnya terkekeh
“Kalau begitu apa perlumu” tanya Riku kesal
“Kehancuranmu” jawabnya cepat
“A-apa maksudmu?’ tanya Riku tak mengerti
“Kau hanyalah orang lemah, kau tidak memberikan apapun pada mereka tapi kenapa kau menerima semuanya” racau orang
“Aku tak mengerti” gumam Riku pelan
“Yak au memang tidak pernah mengerti apapun, tidakkah kau menyadari kau sudah merebut semuanya.. kau benar2 monster, kau mengambil hati semua orang, mereka semua berada disisimu” racau orang itu marah
KAMU SEDANG MEMBACA
ID7 Fanfic-Zero [End]
Fiksi Penggemar[Follow yukk bagi yang berkenan, aku ngarepin vote komennya jugak ehehe..tapi gak maksa kok, yang penting kalean enjoy bacanya] Jadi ini bisa dibilang lanjutan dari cerita The Way of Song, masih dalam universe yang sama wkwkwk. Idolish7 yang meraya...
![ID7 Fanfic-Zero [End]](https://img.wattpad.com/cover/227966528-64-k51058.jpg)