"Wah hasil kali ini sangat baik, terimaksih banyak atas kerja kerasnya Riku-san Tamaki-san" ujar salah satu staff di lokasi syuting iklan salah satu manisan yang lagi populer saat ini
"Kami juga berterima kasih banyak" ujar Riku membungkuk sopan
"Kami permisi dulu, hati hati di jalan kalian semua" ujar Tamaki menarik Riku dan berpamitan pergi
Staff disana terkikik gemas dengan sikap keduanya
"Rikkun kita terlambat" ujar Tamaki panik melihat jamnya
"Ah tenang lah Tamaki, tunggu lokasinya. . Lokasinya etto" tanya Riku pada Tamaki
"kita harus kemana dulu?" tanya Tamaki juga bingung
Tak lama ponsel Riku berdering
"Ah Ioriiiii". . . Ujar Riku kencang begitu mengangkat teleponnya
"Nanase-san pertama tama tenanglah dan atur nafasmu. Aku tau kalian sedang kebingungan" ujar Iori datar
"Bagaimana kau tau Iori" ujar Mitsuki di seberang sana heran
"Ichi selalu punya kamera pengawas khusus untuk Riku" Yamato ikut menimpali
"Kalian berdua diamlah, dan bukan kau yang kumaksud Nanase-san" balas Iori pada Yamato dan Mitsuki, kedua pria berumur itu hanya terkikik menertawai Iori
"Nanase-san carilah taxi dan katakan padanya tujuan kalian."Iori memberi intruksi
"Kalian hanya berdua saat ini, manajer tidak bisa menjemput jadi pastikan penyamaran kalian aman" Imbuh Iori.
"Katakan pada supir taxi kalian harus tiba kemari dalam 30 menit" ujar Iori
Terdengar Riku mengulangi prrkataan Iori pada supir taxi disana
"Sopir itu pasti akan memikirkan rute tercepat, beristirahatlah sebisa mungkin dan hubungi kami jika terjadi sesuatu"
"Haik dimengerti Iori" ujar Riku lega begitu duduk dalam taxi bersama Tamaki
Iori menghela nafasnya menahan dirinya untuk tidak berteriak gemas dengan jawaban Riku, "Arigatou Iori/Iorinn" ujar Riku dan Tamaki bersama
"Kalian ini, memang berbahaya membiarkan kalian berdua saja. Meski begitu kali ini kami tidak ada pilihan lagi" ujar Iori kesal
"Hey hey percayalah sedikit padaku" ujar Riku ikut kesal
"Hah akan lebih lama jika aku terus meladenimu, sekarang kalian beristirahatlah terutama untukmu Nanase-san" ujar Iori
"iya aku mengerti" meski kesal Riku mengalah
Iori tersenyum puas diseberang, "Bagus jika kau menurut dengan mudah. Aku tutup dulu Nanase-san" sebelum ditutup sempat terdengar keluhan dari Riku yang tidak terima
"Dasar suka seenaknya sendiri" gerutu Riku
"Rikkun tidurlah jika lelah, akan kubangunkan begitu sampai" ujar Tamaki
"Apa kau yakin?" tanya Riku
"Ah itu. . Pak supir kau akan membangunkan kami bukan" ujar Tamaki meminta tolong pada sopir taxi
Riku tertawa canggung melihatnya. "Dengan senang hati, beristirahatlah sejenak" pak sopir itu menyanggupi
"Yosh aman" ujar Tamaki tersenyum bangga
"Terserah kau Tamaki" jawab Riku pasrah
Tak lama mereka tertidur, dengan Riku yang menyender di pundak Tamaki seperti biasa dan Tamaki yang menyender di kepala Riku
KAMU SEDANG MEMBACA
ID7 Fanfic-Zero [End]
Fanfictie[Follow yukk bagi yang berkenan, aku ngarepin vote komennya jugak ehehe..tapi gak maksa kok, yang penting kalean enjoy bacanya] Jadi ini bisa dibilang lanjutan dari cerita The Way of Song, masih dalam universe yang sama wkwkwk. Idolish7 yang meraya...
![ID7 Fanfic-Zero [End]](https://img.wattpad.com/cover/227966528-64-k51058.jpg)