"Hoammm.." mulutnya terbuka lebar menghembuskan nafasnya yang masih khas bangun tidur, tangan kanannya sibuk mengacak surai hijaunya sementara tangan kirinya sibuk menggaruk perutnya, matanya yang masih setengah terpejam berhasil membawanya berjalan masuk ke ruang tengah dorm membuat semua mata tertuju matanya
"Gh.. Ossan, cuci mukamu dengan benar, kau sama sekali tidak tampak imut saat bangun tidur" keluh Mitsuki yang sedang sibuk menata meja makan
"Mitsu.. bawakan aku kopi" balas Yamato dengan nada malas miliknya mengabaikan omelan Mitsuki
"Berhenti memperbudakku Ossan" keluhnya kesal tapi tetap menuangkan cairan hirtam pekat dengan asap yang masih mengepul ke dalam cangkir.
"Ngomong-ngomong dimana Nanase-san" tanya Iori sembari memberikan cangkir kopi kepada Yamato
"terthitung hingga sekarang.. ia baru tertidur 3 jam yang lalu, biarkan dulu" jawab Yamato masih menguap lebar
"Setidaknya kau tidak semalas keliatannya Nikaido-san" ujar Iori mendengus kecil
"Apa dia tidur dengan baik semalam" ujar Sougo tampak khawatir
"Rikkun kenapa keras kepala ingin tidur sendiri" gerutu Tamaki masih kesal karena di tolak semalam, "Setidaknya jika Nanase-san harus tidur di tempat lain itu bukan di kamarmu Yotsuba-san" ketus Iori membuat Tamaki mendelik ke arahnya
"Iorin.. ada masalah apa denganku" keluhnya mulai jengkel
"Apa.. apa semalam Nanase-san sempat keluar kamarnya" tanya Iori lirih mengabaikan gerutuan Tamaki
"Tenang saja.. aku sempat mencegahnya" ujar Nagi tenang, "Dan kurasa setelah itu Yamato lah yang mengatasinya" imbuhnya lagi melirik Yamato dengan senyum simpulnya yang tak luntur
"Kenapa Riku masih saja melakukannya" gumam Mitsuki tampak menyanyangkannya, "Oh Mitsuki.. Itu alam bawah sadarnya, bahkan dia sendiri tidak menyadarinya" jelas Nagi
"Karena aku lemah.. aku membiarkan kepar*at itu melukai Nanase-san, fisik maupun psikisnya tersiksa di saat bersamaan. Dan aku hanya menontonnya seperti orang bodoh" ujar Iori dingin mengepalkan tangannya erat menahan emosi
"Iorin.. yang kau lihat saat itu, kurasa sangat mengerikan" balas Tamaki prihatin, "Aku sendiri tidak akan tahu apa yang akan ku lakukan jika disana. Tapi melihat Rikkun seperti itu di depanku, aku akan ikut hancur bersamanya dan bertindak bodoh"
"Tapi kau bukan diriku Iorin..Kau selalu bertindak dengan sempurna dan tetap bisa berpikiran dingin meski pikiranmu sedang kalut saat itu"
"Kurasa pada akhirnya kau berhasil menyelamatkannya di saat terakhir" imbuh Yamato ikut menimpali, "Jika tidak ada kau..mungkin Riku sudah benar-benar hancur saat itu juga, sesuai dengan keinginannya" mendengar penuturan semuanya, untuk sekilas Iori mengingat senyum lega yang Riku berikan.. senyum yang menyiratkan dirinya baik baik saja hanya dengan keberadaan Iori di sana.
"Selanjutnya apa.. apa dia akan dihukum untuk waktu yang lama" tanya Mitsuki
"Iie.. hukum tidak bisa memprosesnya" jawab Iori menjelaskan informasi yang ia peroleh, "Gangguan mental huh" dengus Yamato, "menurutmu apa orang dengan ganggguan mental bisa merencanakan kejahatan seperti itu" imbuhnya lagi sedikit curiga
"Pada kenyataannya memang itulah keadannya.. tekanan yang ia terima telah menghancurkannya dan menciptakan sosok lain yang mengerikan"jawab Iori
"Rucchi.." gumam Tamaki sendu, "Bisakah kalian memaafkannya"imbuhnya lagi masih tampak menunduk membuat semuanya ingin membuka mulutnya untuk protes
"Kumohon beri waktu Tamaki-kun menjelaskannya" cegah Sougo mencegah ketidaksetujuan semuanya
"Dia adalah seorang teman.. Rucchi yang ingin bermain petak umpet, Rucchi yang merindukan teman-temannya aku mempercayai dirinya yang itu"jelas Tamaki, "Kujo-san sudah menjelaskan masa lalunya, Zero yang menjadi legenda idol.. bisakah kita menganggap itulah dirinya yang asli." Imbuh Sougo yang pada saat itu ikut mendengar semuanya
KAMU SEDANG MEMBACA
ID7 Fanfic-Zero [End]
Fiksi Penggemar[Follow yukk bagi yang berkenan, aku ngarepin vote komennya jugak ehehe..tapi gak maksa kok, yang penting kalean enjoy bacanya] Jadi ini bisa dibilang lanjutan dari cerita The Way of Song, masih dalam universe yang sama wkwkwk. Idolish7 yang meraya...
![ID7 Fanfic-Zero [End]](https://img.wattpad.com/cover/227966528-64-k51058.jpg)